Rabu, 07 Desember 2011

Fatwa Pendidikan

" Pendidikan bisa membuat orang mudah dibimbimbing tetapi sulit diatur,mudah diperintah tetapi mustahil diperbudak ".

Fatwa Bijak

" Jika anda mengatakan apa yang anda pikirkan, jangan harap anda hanya mendengar apa yang anda inginkan".

Fatwa Kebenaran

" Kebenaran yang paling agung adalah yang paling sederhana, begitu pula orang yang paling agung ".

Fatwa Bijak

"THE RIGHT MAN IN THE RIGHT PLACE"...Orang yang tepat pada tempat yang tepat. Kalimat yang mengagumkan....dengan perjuangan yang tidak mudah. luar biasa bagiku.

Cerita Wayang Negeriku

Begitu indahnya masalah pewayangan dinegri ini....
-Ada yang bilang A karena dibayar A dan jika dibayar B maka dia ber suara B, jadi karena ?.....
-Ada yang bersuara sesuai dengan hati nurani.
-Ada yang berteriak dengan fakta. masalahnya fakta bisa dipalsukan.
-Ada yang bicara karena teman atau saudara.
Yang pasti kebenaran pasti menang tapi tak tau kapan?...
Masalahnya keburukan pasti hancur tapi tak tau kapan bisa terkubur?...

Kalau boleh ber saran...Naiklah setinggi langit....pelajarilah seisi bumi...tapi itu tidak cukup untuk menegakkan keadilan dan kebenaran kalau tuhan tidak hadir dalam hati dan pikiran. waspadalah...waspadalah....

Motifasi Sukses

"Saat KEKUATAN mulai melemah bukan berarti harus menyerah.. Saat KEMAMPUAN mulai pudar bukan berarti harus menghindar.. Saat KEGIGIHAN mulai rapuh bukan berarti harus terjatuh.. Bentuk KASIH SAYANG GUSTI ALLAH tidak selalu terasa manis, tetapi terkadang pahit.. Dan disinilah PROSES hidup berjalan untuk mencapai KESUKSESAN !"

Fatwa Bijak

" Bersikap lembut dan tidak mudah marah adalah kunci"

Fatwa Bijak

" Berbicara tetapi belum memahamai sama dengan menampakkan kebodohannya "

Motifasi Kebahagiaan

"Kebahagiaan tidak mungki didapat jika selalu mengenang masa lalu yang kelam" biarkanlah sesuatu yang buruk telah terjadi pada diri kita yang penting langkah kita kedepan untuk memperbaikinya dan yang penting cara kita untuk menciptakan kebahagiaan harus tepat.

Sikap Pemimpin

"Seorang pemimpin dapat diterim masyarakat jika memasyarakat" tidak sedikit seorang pemimpin merasa rendah jika terlalu dekat dengan bawahannya dan cenderung menjaga jarak dengan bawahannya, pada hal juga sudah banyak pemimpin yang telah membuktikan bahwa masyarakat lebih menyukai sosok seorang pemimpin yang bisa kenal dan akrap dengan masyarakat karena dengan demikian pemimpin bisa lebih memahami karakter dan kebutuhan masyarakat.

Motifasi Cinta

" Cinta kekasih takkan pernah didapat kecuali dengan berani menanggung resiko"...kama kola al-ulama'

Pelajaran

"Jika kepemtingan lebih dominan, maka kebenaran yang nyata tidak akan mampur terbaca." Afala ta'qilun.

Pelajaran

"Kenyataan...tidak ada yang mampu mendahulukan kepentingan umum kecuali hanya sedikit."

Motifasi

"Dibelakang kesuksesan dapat dipastikan ada wanita yang hebat"

Motifasi

"Orang yang tidak bergantung kepada keberuntungan, justru sering beruntung."

Orang yang hanya mengharapkan keberuntungan, sering mengeluhkan ketidak-beruntungannya.

"Keberuntungan berpihak kepada yang berupaya, bukan kepada yang hanya menunggu."

Mario Teguh - Loving you all as always

Fatwa Bijak

" Seseorang yang menolak pujian biasanya cenderung ingin dipuji dua kali"

Fatwa Bijak

"Kekuatan seorang pria bukan pada bagaimana ia dihormati di tempat kerja, Tapi dalam bagaimana ia dihormati di dalam rumahnya."

Fatwa bijak

"Berkata 1000 kebenaran itu jauh lebih mudah dari pada meninggalkan 1 kesalahan yang sudah terbiasa."

Jumat, 14 Oktober 2011

PROBLEMATIKA MENYIKAPI QUR'AN

Di tengah masyarakat, salah satu indikator kesalehan seorang muslim adalah rajin membaca (tilawah) Al-Qur’an. Surah dan ayat tertentu dari Al-Qur’an sering bergema dalam berbagai acara ‘hajatan’ baik itu walimatul ‘urs, aqiqah anak yang baru dilahirkan, maulidan, berbagai peringatan hari besar Islam, bahkan hingga saat takziah dan ziarah kubur orang tua dan sanak kerabat. Tilawah Al-Qur’an, diiringi kesahduan dan suara merdu, dalam berbagai momen itu tentu saja baik dan membawa ‘keberkahan’. Tak ada yang salah dengan itu semua.

Namun di sisi lain kita saksikan dan rasakan sendiri betapa hak-hak Al-Qur’an diabaikan sedemikian rupa. Mayoritas kaum Muslimin tidak, setidaknya hingga saat ini, menjadikan Al-Qur’an sebagai penuntun pertama bagi akal mereka, tidak pula diletakkan sebagai pengarah pertama di dalam hati mereka, apalagi sebagai penggerak pertama bagi perilaku mereka dan faktor pengubah yang utama bagi jiwa-jiwa mereka.

Sejak era sahabat nabi radliyallahu ‘anhum, jamaah Muslimin sudah sadar bahwa barakah Al-Qur’an diraih bukan dengan cara membawa atau mengalungkannya, tidak pula dengan menghiasi dinding rumah mereka dengan ayat-ayatnya, tidak pula dengan pengobatan pasien lewat metode penyembuhan Al-Qur’an atau ditulis di piring yang kemudian terhapus dan airnya diminum, atau keanehan-keanehan lainnya yang tak pernah ditemukan dalam sejarah dan kehidupan para sahabat nabi.

Tapi keberkahan Al-Qur’an muncul dan mewujud di tengah-tengah mereka dengan cara mengikuti dan mengamalkan isi Al-Qur’an. Inilah yang disebutkan dalam firman Allah ta’ala, 155,

"Dan Al-Qur'an itu adalah Kitab yang kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat," (Q.S. Al-An'am).

Di dunia ini, ada puluhan bahkan ratusan ribu para penghafal Al-Qur’an di luar kepala, ALHAMDULILLAH.

Selain itu ada ratusan juta manusia yang menyimak atau membacanya di pagi dan petang hari, dan ada jutaan orang lainnya yang menghiasi dinding rumahnya dengan ayat-ayat Al-Qur’an, kita pun patut bersyukur.

Namun tak jarang sebagian kaum Muslimin sekedar mencari barakah dengan membawa atau mengantongi mushaf di saku bajunya atau meletakkannya di kendaraannya, atau meletakkan satu ayat di bungkusan kain dan meletakkannya di dada atau menjadikannya sebagai obat penawar bagi orang-orang sakit, dan di antara mereka membuka layanan pengobatan dengan metode penyembuhan Al-Qur’an.

Kita juga melihat orang-orang muslim mengawali siaran radio atau tv mereka dengan tilawah Al-Qur’an dan mengakhirinya dengan cara yang sama. Bahkan ada radio siaran khusus Al-Qur’an 24 jam nonstop.

Sejak era sahabat nabi radliyallahu ‘anhum, jamaah Muslimin sudah sadar bahwa barakah Al-Qur’an diraih bukan dengan cara membawa atau mengalungkannya, tidak pula dengan menghiasi dinding rumah mereka dengan ayat-ayatnya, tidak pula dengan pengobatan pasien lewat metode penyembuhan Al-Qur’an atau ditulis di piring yang kemudian terhapus dan airnya diminum, atau keanehan-keanehan lainnya yang tak pernah ditemukan dalam sejarah dan kehidupan para sahabat nabi.

Tapi keberkahan Al-Qur’an muncul dan mewujud di tengah-tengah mereka dengan cara mengikuti dan mengamalkan isi Al-Qur’an. Inilah yang disebutkan dalam firman Allah ta’ala, 155,

"Dan Al-Qur'an itu adalah Kitab yang kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat," (Q.S. Al-An'am).

Konsep agama Islam pun telah berubah; terbatas pada konteks ilmu dan budaya abad pertengahan, tergerus akibat globalisasi, Islam normatif-ideal hilang dan hanya tersisa Islam historis, nilai-nilai Islam tak lagi absolut, dan suatu kesalahan jika menganggapnya universal karena Islam hanya diperuntukkan bagi manusia abad ke-7 Masehi.

Dan terakhir, tak lain akan berujung kepada munculnya prototipe muslim dan keberagamaan Islam yang baru. Yaitu Islam minus syariah, Islam tanpa siyasah, Islam tanpa muamalat, Islam tanpa ruh, Islam tanpa busana, Islam tanpa pendidikan dan jihad, alias Islam minimalis yang cukup sekedar kerjakan salat, dan kalau bisa pun si muslim dijauhkan dari salat dan terasing dari konsep-konsep Islam sebagai agama dan peradaban.

Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda:

"Sepeninggalanku kelak, akan muncul suatu kaum yang pandai membaca Al Qur`an tidak melewati kerongkongan mereka" (HR Muslim)

Oleh karenanya sebaiknyalah kita mempergunakan akal dalam makna hati untuk memahami Al Qur'an dan Hadits dengan selalu mengikuti cahayaNya yang masuk kedalam hati atau selalu mengikuti petunjukNya, apa yang diilhamkan kedalam hati dengan selalu memilih yang haq Firman Allah Azza wa Jalla yang artinya

"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai"

(QS Al A'raaf [7]:179)
Oleh: Ust. Yusuf Mansur

Rabu, 13 Juli 2011

Keadilan Sejati Akan Hidup Jika Menghidupkan Moral Al-Qur'an

QS. An-Nahl; 90 : Mengatakan "Alloh memerintahkan berbuat adil, mengerjakan amal kebaikan, bermurah hati kepada kerabat dan melarang melakukan perbuatan keji, mungkar dan kekejaman.Ia mengajarkan kamu supaya menjadi peringatan bagimu.

Keadilan keadilan keadilan adalah bagaikan kata mutiara yang keluar dari calon pemimpin bangsa, Keadilan merupakan cita-cita bangsa, bahkan seluruh dunia menginginkannya. Hal ini dibuktikan dengan munculnya sistem dan penegakan mekanisme peradilan yang didalamnya setiap orang di eksekusi sesuai tindakannya tampa menjadi sasaran aneka jenis diskriminasi. Tetapi apa yang terjadi?...walaupun bermunculan sistem, proyek dan solusi yang beraneka ragam dengan mengharapkan keadilan yang sempurna masih menemui ganjalan-ganjalan yang tidak ringan. Kenapa ?...karena situasi ini tidak lepas dari kemerosotan nilai-nilai moral Al-Qur'an yang didalamnya mengajarkan prinsip-prinsip berlaku adil. Hal ini berakibat negatif terhadap masyarakat.

Kemerosotan nilai-nilai moral Al-Qur'an di masyarakat ini menimbulkan banyaknya penipuan disana-sini, pencurian sering terjadi, korupsi merajalela tidak bisa berhenti dan kemaksiatan sudah transparan tidak ditutupi. Inilah yang terjadi sehari-hari yang menjadi contoh bagi orang-orang yang tidak mengeri sehingga hukum negara sudah tidak perlu ditakuti dan kesenjangan sosial sudah tidak bisa dijangkau lagi. Yang tak kalah tragisnya lagi demi mempertahankan kehormatan hukumpun bisa dibeli tampa menghiraukan bahwa Alloh Maha Mengetahui.

Sebuah contoh sulitnya menegakkan keadilan adalah bagaimana penjahat kelas kakap sulit sekali ditangkap dengan alasan sakit sedang berobat dan pencuri kelasteri yang mengambil buah coklat tiga biji bisa diadili tampa menghiraukan kesulitan membeli sesuap nasi. Yang pasti jika masyarakat bermoral Al-Qur,an sudah menjadi tradisi maka tidak akan melakukan tindakan yang keji.

Bukti kemerosotan nilai-nilai moral Al-Quran sudah jelas menjadi fakta sehingga seseorang hanya mementingkan keuntungan pribadi,menumpuk harta tidak menghiraukan kesulitan ekonomi yang membuat masyarakat tidak berdaya mencari solusi. Dia lupa bahwa masyarakat yang menjadi terdepan sebagai umpan janji yang ahirnya tidak ditepati. Maka dari itu hidupkanlah nilai-nilai moral Al-Qur'an, Alloh berfirman QS. An-Nisa; 135 : "Hai Orang-orang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Alloh, meskipun terhadap diri kamu sendiri, terhadap orang tua kamu, terhadap kerabatmu, baik ia kaya maupun miskin, karena Alloh melindungi keduanya,..." Dalam ayat ini menjelaskan bahwa Alloh hanyalah memerintahkan orang-orang yang beriman untuk berlaku adil berarti ayat tersebut sudah cukup memberikan keterangan kepada hambanya bahwa yang berimanlah seharusnya menjadi pemimpin karena Alloh menganggap mampu menegakkan keadilan.

Lihatlah kenyataan jika keadilan tidak bisa ditegakkan, maka akan tmbul antara lain :
1. Banyaknya kesaksian palsu karena takut malu kehormatannya hilang dimata masyarakat dengan menghiraukan kehormatan disisi Alloh. Firman Alloh, QS. Al-Baqoroh; 283 : " Janganlah menyembunyikan kesaksian. Barangsiapa menyembunyikannya, maka hatinya ternoda dosa. Alloh mengetahui segala yang kamu lakukan".

2. Penilaian seseorang bisa berubah karena kedekatan, uang dan pangkat. Uang, pangkat dan kedekatan menjadi kriteria utama untuk penilaian hal ini dapat kita temui dalam kebiasaan pelayanan kalau yang datang orang yang miskin penghornatanpun bisa berkurang.

3. Masalah pendidikan yang berkwalitas tidak bisa diperoleh oleh orang tidak mampu. Ini sudah menjadi kenyataan yang tak terelakkan bahwa terjadinya perbedaan kwalitas pendidikan bagi sikaya dan simiskin. Salah satu contoh sahabatku bercerita bahwa anaknya daftar kesekolah unggulan, karena sering ketemu suatuhari beliau bercerita alhamdulillah anaknya lolos tes berselang beberapa hari bercerita lagi bahwa anaknya telah lolos tes computer beberapa hari berikutnya bercerita lagi pada saat interview ditanya siap menyumbang berapa untuk uang gedung beilau menjawab hanya bisa membayar Rp. 250.000,- dari patok minimal Rp. 2.000.000,-dengan yakinnya karena sudah mengantongi surat keterangan tidak mampu dari desa, saya membayangkan betapa senag dan gembiranya jika masuk sekolah tersebut, berselang cukup lama beliau bercerita lagi bahwa anaknya tidak lolos masuk sekolah tersebut sayahanya membayangkan betapa kecewanya....inilah faktanya...mana pendidikan gratis...mana bantuan operasional sekolah yang besar itu?...yang saya tahu hanya berlaku di sekolah plosok-plosok pinggiran desa. Ironisnya lagi pemerintah mengedepankan pendidikan umum daripada pendidikan agam yang seharusnya menjadi dasar landasan masyarakat, pemerintah malu jika tidak bisa membuat pesawat tidak menghiraukan rakyatnya yang berkelakuan bejat.

4. Kesejahteraan rakyat tersisihkan hanya karena hanya ingin memperindah kota, pendapatan pribadi yang penting meningkat walaupun rakyat tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok kurang diperhatikan.

Itulah kenyataannya yang bisa dijadikan pertimbangan bahwa hanya dengan menghidupkan nilai-nilai moral Al-Qur'an yang mampu menciptakan keadilan sejati.

Oleh
Imam Zubaidi, S.Ag

Jumat, 08 Juli 2011

" KANDUNGAN MAKNA TEMBANG JAWA ILIR - ILIR "

Ilir-ilir, Ilir-ilir, tandure (hu)wus sumilir

(BI) Bangunlah, bangunlah, tanamannya telah bersemi
(MS) Kanjeng Sunan mengingatkan agar orang-orang Islam segera bangun dan bergerak. Karena saatnya telah tiba. Karena bagaikan tanaman yang telah siap dipanen, demikian pula rakyat di Jawa saat itu (se...telah kejatuhan Majapahit) telah siap menerima petunjuk dan ajaran Islam dari para wali.



Tak ijo royo-royo, tak sengguh temanten anyar

BI) Bagaikan warna hijau yang menyejukkan, bagaikan sepasang pengantin baru
( MS) Hijau adalah warna kejayaan Islam, dan agama Islam disini digambarkan seperti pengantin baru yang menarik hati siapapun yang melihatnya dan membawa kebahagiaan bagi orang-orang sekitarnya.



Cah angon, cah angon, penek(e)na blimbing kuwi

(BI) Anak gembala, anak gembala, tolong panjatkan pohon belimbing itu.
(MS) Yang disebut anak gembala disini adalah para pemimpin. Dan belimbing adalah buah bersegi lima, yang merupakan simbol dari lima rukun Islam dan sholat lima waktu. Jadi para pemimpin diperintahkan oleh Sunan Kalijaga untuk memberi contoh kepada rakyatnya dengan menjalankan ajaran Islam secara benar. Yaitu dengan menjalankan lima rukun Islam dan sholat lima waktu.



Lunyu-lunyu penek(e)na kanggo mbasuh dodot (s)ira

(BI) Biarpun licin, tetaplah memanjatnya, untuk mencuci kain dodot mu.
(MS) Dodot adalah sejenis kain kebesaran orang Jawa yang hanya digunakan pada upacara-upacara atau saat-saat penting. Dan buah belimbing pada jaman dahulu, karena kandungan asamnya sering digunakan sebagai pencuci kain, terutama untuk merawat kain batik supaya tetap awet. Dengan kalimat ini Sunan Kalijaga memerintahkan orang Islam untuk tetap berusaha menjalankan lima rukun Islam dan sholat lima waktu walaupun banyak rintangannya (licin jalannya). Semuanya itu diperlukan untuk menjaga kehidupan beragama mereka. Karena menurut orang Jawa, agama itu seperti pakaian bagi jiwanya. Walaupun bukan sembarang pakaian biasa.



Dodot (s)ira, dodot (s)ira kumitir bedah ing pingggir

(BI) Kain dodotmu, kain dodotmu, telah rusak dan robek
(MS) Saat itu kemerosotan moral telah menyebabkan banyak orang meninggalkan ajaran agama mereka sehingga kehidupan beragama mereka digambarkan seperti pakaian yang telah rusak dan robek.



Dondomana, jlumatana, kanggo seba mengko sore

(BI) Jahitlah, tisiklah untuk menghadap (Gustimu) nanti sore
(MS) Seba artinya menghadap orang yang berkuasa (raja/gusti), oleh karena itu disebut 'paseban' yaitu tempat menghadap raja. Di sini Sunan Kalijaga memerintahkan agar orang Jawa memperbaiki kehidupan beragamanya yang telah rusak tadi dengan cara menjalankan ajaran agama Islam secara benar, untuk bekal menghadap Allah SWT di hari nanti.



Mumpung gedhe rembulane, mumpung jembar kalangane

(BI) Selagi rembulan masih purnama, selagi tempat masih luas dan lapang
(MS) Selagi masih banyak waktu, selagi masih lapang kesempatan, perbaikilah kehidupan beragamamu.



Ya suraka, surak hiya

(BI) Ya, bersoraklah, berteriak-lah IYA
(MS) Di saatnya nanti datang panggilan dari Yang Maha Kuasa nanti, sepatutnya bagi mereka yang telah menjaga kehidupan beragamanya dengan baik untuk menjawabnya dengan gembira.


Demikianlah petuah dari Sunan Kalijaga lima abad yang lalu, yang sampai saat ini pun masih tetap terasa relevansinya. Semoga petuah dari salah seorang waliyullah kenamaan ini membuat kita semakin bersemangat dalam menjalankan ibadah(bm5)

Kemana Intelijen?...Pemerintah Tidak Serius Membrantas NII.

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Lukman Hakim Saefudin menyatakan, sebagian masyarakat mempertanyakan bagaiman kinerja intelijen saat ini hingga Negara Islam Indonesia kembali tumbuh di tengah masyarakat dan melakukan tindakan radikalisme.

Menurut Lukman, gerakan ini sudah ada sejak lama dan seharusnya intelijen telah bekerja untuk menjaring gerakan yang diduga melakukan cuci otak kepada anggota yang direkrutnya.

"Kalau masyarakat sebagian besar menganggap bahwa ini semacam pembiaran sepertinya tidak ada tindakan tegas terhadap NII, saya khawatir betul terjadi distrust atau ketidakpercayaan publik terhadap institusi negara," kata Lukman di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (27/4/2011).

Menurut dia, kehadiran NII menjadi pekerjaan rumah bagi intelijen untuk mengungkap siapa yang berada di balik gerakan ini. "NII bukan baru setahun, dua tahun. Ini kan sudah ada sejak tahun 1960-an. Kenapa sekarang kemudian semakin marak dan eksis? Ini yang menjadi pekerjaan rumah intelijen untuk mengungkap siapa di balik ini. Intelijen kita harus bekerja keras," ujarnya.

Lukman menambahkan, kembalinya gerakan NII ini bahkan juga menjadi kritik untuk intelijen. Namun, menurut dia, intelijen untuk masalah ini hanya bisa melakukan aktivitas intelijen semata, bukan untuk melakukan penangkapan maupun menginterogasi dan penahanan karena itu merupakan tugas kepolisian.

"Menurut hemat saya untuk mencari gerakan-gerakan seperti ini, sebenarnya kan kerja intelijen itu mendeteksi, tidak harus kewenangan menangkap. Karena kalau menangkap kemudian tidak ada yang bisa mengontrol bagaimana jika terjadi penyalahgunaaan kewenangan," ujarnya.

Lukman menekankan kerja intelijen perlu semakin dimaksimalkan agar gerakan-gerakan seperti NII tidak sampai mengancam keutuhan bangsa dan negara.

Rabu, 08 Juni 2011

HANYA DO'A YG MAMPU MENGUBAH TAKDIR

Bismillahirrohmanirrohiim,



Karena agungnya fadhilah Allah & Rahmat-Nya terhadap hamba-hamba-Nya.Allah menjadikan pintu yg luas agar mereka dapat berlari kesitu dalam mencari kebahagiaan & keselamatan di dunia & akhirat,yaitu Allah bukakan PINTU DOA & menjadikannya sebagai PENOLAK TAKDIR dgn seizin-Nya.( Imam Ahmad,Ibnu Majah & Al-Hakim )



Rasulullah Saw bersabda :* Dan tidak ada yg dapat menambah umur kecuali BERBUAT KEBAIKAN .Tidak ada yg dapat menolak takdir kecuali Doa.Dan sesungguhnya seseorang akan terhalang rezkinya karena DOSA yang diperbuatnya*.





Yang dimaksud KEBAIKAN dalam hadits ini ialah : BERSEDEQAH dan BERSILATUR RAHMI sebagaimana dikuatkan oleh hadits-hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Annas bin Malik r.a bahwa Rasulullah Saw bersabda: * barang siapa yg menginginkan agar diluaskan rezkinya dan dilambatkan ajalnya,hendaklah ia BERSILATUR RAHMI. Bila takdir telah ditetapkan,ajalpun telah dituliskan.



Salam 'alaika,

Bunda Lilis Stanlie.

Jumat, 13 Mei 2011

Apakah nantinya perlu kita tanya kepada wanita apakah masih perawan sebelum menikah?

Pertanyaan dari Teman, Beliau berkata ; Kemaren aku baca Kitab Qurota A’yun dan ada beberapa yang belum jelas salah satunya cara mencari pasangan hidup, disitu dilarang kawin dengan wanita bertuturkata buruk, tinggi kurus, membelakangi suami waktu tidur, cantik tetapi mandul. Nah disitu juga ada kata jangan menikah dengan wanita yang sudah tidak perawan alias sudah pernah melakukan hubungan suami irtri diluar nikah. Istri adalah titipan Tuhan. Nah apakah nantinya perlu kita tanya kepada wanita apakah masih perawan sebelum menikah?...kan kita gak tau perawan atau tidaknya ?... atau kita terima ikhlas dia walaupun dia sudah tidak perawan karena itu sebuah amanah dan karena orang baik belum tentu jodohnya baik pula dan sebaliknya.
Jawabannya:
Sebelum saya menjawab pertanyaan ini saya akan membahas bahan dasarnya dulu sebagi bahan pertimbangan yang tentunya sebagai penentu langkag untuk malakukannya. Untuk mempertimbangkan apakah hak-hak seorang suami bisa didapatkan 100% ?... apakah seorang suami bisa memenuhi kewajibannya 100% ?...semuanya serba mungkin walaupun 1% karena tidak ada yang tidak mungkin. Laki-laki berhak mendapat kebahagiaan dan perempuan juga berhak mendapatkan kebahagiaan dan kepuasan pula. Maka dari itu perlu untuk melakukan pemantapan hati untuk memilih seorang istri atau suami.
Orang bijak mengatakan “ Kebahagiaan bukan dicari tetapi diciptakan” bukan karena senang kita jadi bahagia tetapi karena bahagia kita jadi senang.
o Syariat pertunangan:
• QS. 2:235 Artinya; Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu(Yang suaminya telah meninggal dan masih dalam 'iddah) dengan sindiran(Wanita yang boleh dipinang secara sindiran ialah wanita yang dalam 'iddah karena meninggal suaminya, atau karena talak bain, sedang wanita yang dalam 'iddah talak raji'i tidak boleh dipinang walaupun dengan sindiran) atau kamu menyembunyikan (keinginan mengawini mereka) dalam hatimu. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka, dalam pada itu janganlah kamu mengadakan janji kawin dengan mereka secara rahasia, kecuali sekedar mengucapkan (kepada mereka) perkataan yang ma'ruf (Perkataan sindiran yang baik). Dan janganlah kamu ber'azam (bertetap hati) untuk beraqad nikah, sebelum habis 'iddahnya. Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu; maka takutlah kepada-Nya, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun. Pertunangan

o Apa yang dibolehkan bagi pihak laki-laki
 Memilih Wanita
 Kebebasan memilih wanita.
Seorang laki-laki memang mempunyai kebebasan untuk memilih wanita untuk dijadikan seorang istri, kenapa demikian karena ada hubugannya dengan kewajiban seorang suami kepada wanita yang menjadi istrinya antara lain; Memberikan tempat (rumah) yang layak, memberinya makan yang layak, pakaian yang layak (nafakoh/ uang belanja) semua itu kewajiban suami yang tidak bisa digantikan kecuali seorang istri yang dengan suka rela membantu dengan bekerja untuk membantu suami dalam penambahan kebutuhan ekonomi hingga menjadi layak kebutuhannya, yang demikian itu kewajiban suami bisa gugur dengan keikhlasannya (sebaiknya yang seperti ini seorang istri karena menunjukkan sifat konaahnya (nriman). Disisilain firman Alloh memerintahkan untuk menjaga diri dan keluargamu dari api neraka (ku anfusakum wa ahlikum naraoo), ayat ini mengandung makna bahwa kewajiban seorang suami wajib mendidik istrinya dengan benar , kenapa demikian karena suami sudah mendapat limpahan kewajiban dari orang tua itrinya setelah mengucapkan ijab kobul (serah terima), dengan demikian suami wajib memenuhi kebutuhan dhohir maupun batin.
Kesimpulannya adalah suami pemimpin rumahtangga yang tentunya wajib dalam segala hal dalam melindungi keluarga didunia dan akhiratnya, nah inilah sebabnya dianjurkan mencari iatri yang soleh karena jika suami tidak melakukan kewajibannya hingga istrinya tidak mampu berbuat yang benar maka suami akan diminta pertanggung jawabannya kelak (jelasnya jika itri berbuat dosa dan suami tidak mendidikya maka suami ikut berdosa dan jika suami melakukan perbuatan dosa tidak ada dosa bagi seorangg istri. Firman Alloh
QS.4:34. Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri(Maksudnya: Tidak berlaku curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya) ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)(Maksudnya: Allah telah mewajibkan kepada suami untuk mempergauli isterinya dengan baik). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya (Nusyuz: yaitu meninggalkan kewajiban bersuami isteri. Nusyuz dari pihak isteri seperti meninggalkan rumah tanpa izin suaminya), maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya (Maksudnya: untuk memberi pelajaran kepada isteri yang dikhawatirkan pembangkangannya haruslah mula-mula diberi nasehat, bila nasehat tidak bermanfaat barulah dipisahkan dari tempat tidur mereka, bila tidak bermanfaat juga barulah dibolehkan memukul mereka dengan pukulan yang tidak meninggalkan bekas. Bila cara pertama telah ada manfaatnya janganlah dijalankan cara yang lain dan seterusnya). Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Cara terbaik memilih wanita.
 Yang beriman
QS.4:25. Dan barangsiapa diantara kamu (orang merdeka) yang tidak cukup perbelanjaannya untuk mengawini wanita merdeka lagi beriman, ia boleh mengawini wanita yang beriman, dari budak-budak yang kamu miliki. Allah mengetahui keimananmu; sebahagian kamu adalah dari sebahagian yang lain.(Maksudnya: orang merdeka dan budak yang dikawininya itu adalah sama-sama keturunan Adam dan Hawa dan sama-sama beriman), karena itu kawinilah mereka dengan seizin tuan mereka, dan berilah maskawin mereka menurut yang patut, sedang merekapun wanita-wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya; dan apabila mereka telah menjaga diri dengan kawin, kemudian mereka melakukan perbuatan yang keji (zina), maka atas mereka separo hukuman dari hukuman wanita-wanita merdeka yang bersuami. (Kebolehan mengawini budak) itu, adalah bagi orang-orang yang takut kepada kemasyakotan menjaga diri (dari perbuatan zina) di antara kamu, dan kesabaran itu lebih baik bagimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Ayat ini menjelaskan cara memilih wanita yang terbaik yaitu adalah 1. Wanita yang merdeka lagi beriman, 2. Budak yang beriman krn itu lebih baik dari wanita yang merdeka tetapi tidak beriman, 3. Bukan pezina . Jadi sebaiknya pilihlah yang pertama dulu baru jika kesulitan boleh memilih berikutnya. Begitu pula sebaliknya orang tua yang akan mengawinkan putrinya harus mengikuti hal yang sama yaitu mencarikan suami yang sesuai untuk putrinya
Nabi bersabda.” (Jika datang kepadamu siapa saja [lelaki] yang kamu ridhai agamanya dan akhlaknya, maka kawinkanlah [anak perempuanmu] dengannya. Jika kalian tidak mengerjakannya [menolak lelaki saleh itu dan menikahkan dengan lelaki fasik] maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar). (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Al-Hakim).
QS.25:74. Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.
Tujuan menikah adalah untuk memperoleh keturunan (anjuran Nabi kia)dan wanita adalah lahan untuk meperoleh keturunan, jadi logikanya carilah wanita yang baik untuk memeperoleh keturunan.
 Yang dicitai dan yang subur
Hadis Nabi SAW yang artinya “Nikahilah perempuan yang kamu cintai dan yang subur, karena aku akan berbangga dengan banyaknya kamu di antara umat-umat lainnya pada Hari Kiamat nanti. (HR. Ahmad)
Firma Alloh “Istri-istrimu merupakan lahan tempat bercocok tanam,maka datangilah lahan tempat bercocok tanamu sesuai seleramu.Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu ,dan bertaqwalah kepada ALLAH serta ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemuiNYA .wahai Muhammad,berilah kabar gembira orang-orang yang beriman itu
QS.66:5. Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan isteri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertaubat, yang mengerjakan ibadat, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan.
 Bukan pezina dan keji
QS. 24:3. Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mukmin (Maksud ayat ini ialah: tidak pantas orang yang beriman kawin dengan yang berzina, demikian pula sebaliknya)
Ayat ini menjelaskan kata Hurrima itu bermakna cegahlah bukan diharamkan (jumhur ulama) jadi boleh saja laki-laki mengawini wanita yang pernah berzina dengan catatan jika sudah bertobat dan predikat diatas adalah untuk yang belum bertobat.
QS.24:26. Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga).(maksud Ayat ini menunjukkan kesucian 'Aisyah r.a. dan Shafwan dari segala tuduhan yang ditujukan kepada mereka. Rasulullah adalah orang yang paling baik maka pastilah wanita yang baik pula yang menjadi istri beliau).
 Yang menyenangkan
QS.25:74.Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.
QS.24:32. Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian[1035] diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.
 Melihat Wanita.
QS.24:30. Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat."
 Hukum Wanita melihat laki-laki:
QS.24:31. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.
o Memperlihatkan Wanita kepada peminang:
QS.28:27. Berkatalah dia (Syu'aib): "Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun maka itu adalah (suatu kebaikan) dari kamu, maka aku tidak hendak memberati kamu. Dan kamu Insya Allah akan mendapatiku termasuk orang- orang yang baik."
Sobat terbaik...dalam islam ada Upaya memahami fakta calon isteri itu dalam istilah ushul fiqih dikenal dengan istilah tahqiqul manath yang artinya adalam memantapkan hati terhadap apapun karena jangan sampai ada keraguan dalam hati kita dalam menentukan pilihan.
“Hindarilah yang meragukan kepada yang tidak meragukan”
Jadi hukumnya boleh seorang laki-laki menanyakan kepada calon itri dengan cara langsung atau tidak langsung untuk mengetahui hakekat sebenarnya seorang wanita yang akan dijadikan istri karena tentunya yang diinginkan seorang laki-laki adalah pendamping hidup yang baik dan bisa mendapatkan keturunan yang baik pula termasuk menanyakan apakah masih perawan atau tidak hehehe….ini fenting eh penting sekali…. Untuk menjaga agar seorang laki-laki tidak kucewa aliyas kecewa haha…atau sebaliknya si pihak calon istri juga boleh karena dalam islam tidak diperbolehkan ada kekecewaan di dua pihak atau salah satu pihak dalam hal apapun. Sebaiknya untuk lebih baiknya untuk tahqiqul manath ini dilakukan secara samar atau tidak langsung, terkecuali kalo niat menikahnya murni semata-mata karena Alloh semata hingga mampu mengesampingkan hak-hak suami yang seharusnya bisa deperoleh dan menerima apapun kondisi calon istri tentunya yang ini lebih bijak karena jika suami mampu menididik istri hingga menjadi baik pasti pahalanya lebih besar dari pada beristri yang sudah baik. Laki-laki boleh memilih yang istri terbaik tapi maaf yang terbaik sudah tidak ada karena sudah menjadi istri Nabi kita dan para Sohabat, perempuan juga demikian…boleh mencari suami yang terbaik…tapi maaf dikata karena yang terbaik sudah tiada yaitu Siti Aisyah istri Nabi Kita.
Pada hakekatnya perawan atau janda, cantik atau tidak, kaya atau tidak itu bukan ukuran untuk memperoleh kebahagiaan tetapi yang menjadi ukuran kebahagiaan adalah kelapangan hati untuk menerima apa adanya bukan ada apanya?...saya tegaskan menikahlah karena Alloh karena hanya ini satu-satunya jalan untuk bisa menerima siapapun instri atau suami dan yang mampu menciptakan kebahagian yang hakiki dunia sampai akhirat.
Demikian yang dapat kami persembahkan, kesempurnaan hanya milik Alloh sedangkan kekurangan adalah sifat manusia. Sedangkan saya hanyalah manusia biasa yang tidak ada istimewanya, jadi jika ada kesalahan atau kekeliruan mohon kritik dan sarannya. Ok
Maha benar Alloh atas segala firman-firman-Nya.
Oleh : Imam Zubaidi

Selasa, 03 Mei 2011

APA AJARAN AL-QURAN YANG SEBENARNYA ?...

Al-Qur'an adalah sebuah kitab suci umat Islam yang menjadi petunjuk,pedoman,pembeda bagi manusia.
Jika kita mengatakan Umat islam pastinya penganut agama yang terbesar, tetapi apakah kita sudah termasuk didalamnya?...jawabanya hanya diri kita sendiri yang tahu...betul?...
Yang kita tahu tentang keistimewaan Al-Qur'an adalah:
1. Kata-katanya yang puitis. kenapa demikian? karena Al-Qur'an diturunkan pada saat itu memang lagi populer penyair-penyair di Negeri Arab sehingga Al-Qur'an diturunkan dengan mengikutinya tetapi banyak hal lain yang bermanfaat dari semua itu yaitu syair lebih mudah dihafal jadi ketika itu Ayat Al-Qur'an pada saat diwahyukan Kepada Muhammad SAW dan disampaikan kepada para Sahabat lang sung banyak yang menghafalnya diluar kepala, lebih mudah disampaikan dan mudah dimengerti.
2. Terjaga keasliannya sampai akhir zaman.Terbukti sampai sekarang Al-Qur'an masih terjaga keasliannya, tdak ada yang dapat merubah dengan mengurangi atau menambah walau hanya dengan satu titik saja. Hal ini akan selalu terjadi sampai terbukti kebenaran dari Al-Qur'an. kalau kita sering mengikuti perkembangan Al-Qur'an terutama yang baru-baru ini hangat di internet yaitu terbukti dan terungkapnya sejarah Al-Qur'an yaitu kisah Nabi Sulaiman dengan keberadaannya.
3. Ayat Al-Qur'an turun secara bertahap. karena Al-Qur'an diturunkan untuk menjawab keadaan zaman sampai diikrarkan oleh Nabi Muhammad SAW bahwa Islam menjadi Agama yang sempurna.
Itulah sebagian dari keistimewaan Al-Qur'an. pertanyaannya...apakah hanya itu?...tentu tidak. berarti masih banyak yang belum kita ketahui tentang Al-Qur'an.
Coba kita pikirkan apa yang sebenarnya diajarkan Al-Qur'an?... jawabannya adalah semuanya antara lain; mari kita padukan Surat Al-Fatihah dan Surat An-Nas yang merupakan surat pembuka dan penutup yaitu antara lain:

Surat Al-Fatihah Surat An-Nas
1. Ayat 2 kata Rob Ayat 1 kata Rob yang dapat kita artikan Tuhan/Pemimpin
2. Ayat 4 kata Malik Ayat 2 kata Malik dr kata mulkun artinya keraton/teretorial
3. Ayat 5 kata Na'budu Ayat 2 kata Nas yang artinya penyembah/nas adalah manusia/masyarakat.
Kalau kita tinjau kesamaannya dengan trias politika 1. Adanya pemimpin/presiden 2. Adanya teretorial/ kekuasaan. 3. Adanya rakyat/ masyarakat.Apa yang terjadi kesimpulan dari Al-Qur'an apakah mengajarkan sebatas agama ataukah mengajarkan bernegara? anda sendiri yang dapat menyimpulkan setuju.
Kita padukan lagi dengan sejarah Rosululloh SAW bahwa sanya dikatakan Muhammad SAW adalah gambaran dari Al-Quran dan tidak ada yang dilakukan kecuali yang diwahyukan kepadanya, dan terbukti jika Nabi melakukan kesalahan pasti ada teguran langsung/ peringatan dari Alloh perantaraan malaikatnya, inilah sebabnya Muhammad dijuluki Al-Ma'sum/ terjaga dari kesalahan. kenyataannya apakah yang dilakukan oleh Muhammad SAW ketika hijrah ke Madinah ?...
Dalam sejarah madinah sebelumnya bernama yasrip dan pada saat Muhammad hijrah kemadinah yang pada saat itu sangat mendambakan seorang pemimpin, jadi Muhammad adalah seorang pemimpin disamping menjadi Rosul selanjutnya Muhammad menggalang sebuah kekuatan disana yaitu dari kaum Ansor dan Muhajirin. setelah terbentuk sebuah kekuatan dengan terbentuknya pemimpin,adanya teretorial dan masyarakat ujung-ujungnya kota yasri[ disebut dengan madinah. jadi apa arti sebenarnya madinah yang asal katanya adalah din apakah agama ataukah negara?...anda sendiri yang dapat menyimpulkan.
Sobat terbaik dikalangan kita sebagai umat islam mungkin masih belum mengenal banyak tentang agama yang kita anut.terlihat ajaran islam yang masih banyak yang belum dijalankan betuul?...contoh pentingnya beramal/sodakoh padahal dijanjikan akan dikembalikan dengan berlipat ganda,pentingnya beribadah pada hal dijanjanjikan mendapatkan hidup bahagia dengan kekal,pentingnya bersosial padahal dijanjikan manfaat yang besar, pentingnya adil padahal di diancam dengan siksa jika tidak berlaku adil, tidak boleh berlaku dzolim tetapi masih dilakukan pada umumnya, betu ?...Sobat terbaik...lengkap sudah bukti dengan adanya pemimpin, teretorial, masyarakat dan terbentuknya kekuatan islam. Mungkin inilah sebabnya kota yang dulu bernama Yasrif sekarang dikenal dengan kota Madinah. anda sendiri yang bisa menjawab semua itu.Sebagai bahan pertimbangan pengetahuan tentang isi dan ajaran Al-Qur'an.(Bersumber dari pemahaman NII)
oleh: Imam Zubaidi