Kamis, 08 Desember 2011

Hari terpanjang

" Hari-hari terpanjang dan menjenuhkan adalah hari-hari dimana Anda memulainya dengan gerutuan ".

Rabu, 07 Desember 2011

Fatwa Pilihan Terbaik

"Saat tak paham maksud Tuhan,Pilihlah PERCAYA,Saat tertekan oleh keadaan disekitar,Pilihlah BERSYUKUR,Saat rencana hidup berantakan,Pilihlah BERSERAH,SEBAB TUHAN senantiasa menyertai kita."

Fatwa Sukur

"Bersyukurlah dengan apa yang telah kita miliki dan jangan pernah risau dengan apa yang tidak kita miliki"

Fatwa Be Happy

"Berterima kasihlah pada orang yang telah melukai hatimu, karena dia telah membuat hatimu kuat.Berterima kasilah pada orang yang telah membohongimu, karena dia membuat hidupmu makin bijaksana.Berterima kasihlah pada orang yang telah membencimu, karena dia yang mengasah ketegaranmu.Dan berterima kasihilah pada orang yang telah menyayangimu, karena itulah ANUGERAH TERINDAH dalam hidupmu...Be happy..:)" (Status KH. A Fahrur Rozi, M.Ag)

Fatwa Hati

" Hati manusia itu bagaikan mulut kendi yang kecil. Tidak ada yang bisa mengetahui seberapa jernihnya hingga airnya tertuang "

Motifasi Kesedihan

"Jangan bersedih: karena kesedihan akan menyebabkan air yang segar terasa pahit,mawar yang indah akan tampak bagai seonggok sampah, taman yang hijau akan tampak seperti gurun pasir yang gersang, dan istana akan seperti penjara yang pengap...Tersenyumlah..

Fatwa Pendidikan

" Pendidikan bisa membuat orang mudah dibimbimbing tetapi sulit diatur,mudah diperintah tetapi mustahil diperbudak ".

Fatwa Bijak

" Jika anda mengatakan apa yang anda pikirkan, jangan harap anda hanya mendengar apa yang anda inginkan".

Fatwa Kebenaran

" Kebenaran yang paling agung adalah yang paling sederhana, begitu pula orang yang paling agung ".

Fatwa Bijak

"THE RIGHT MAN IN THE RIGHT PLACE"...Orang yang tepat pada tempat yang tepat. Kalimat yang mengagumkan....dengan perjuangan yang tidak mudah. luar biasa bagiku.

Cerita Wayang Negeriku

Begitu indahnya masalah pewayangan dinegri ini....
-Ada yang bilang A karena dibayar A dan jika dibayar B maka dia ber suara B, jadi karena ?.....
-Ada yang bersuara sesuai dengan hati nurani.
-Ada yang berteriak dengan fakta. masalahnya fakta bisa dipalsukan.
-Ada yang bicara karena teman atau saudara.
Yang pasti kebenaran pasti menang tapi tak tau kapan?...
Masalahnya keburukan pasti hancur tapi tak tau kapan bisa terkubur?...

Kalau boleh ber saran...Naiklah setinggi langit....pelajarilah seisi bumi...tapi itu tidak cukup untuk menegakkan keadilan dan kebenaran kalau tuhan tidak hadir dalam hati dan pikiran. waspadalah...waspadalah....

Motifasi Sukses

"Saat KEKUATAN mulai melemah bukan berarti harus menyerah.. Saat KEMAMPUAN mulai pudar bukan berarti harus menghindar.. Saat KEGIGIHAN mulai rapuh bukan berarti harus terjatuh.. Bentuk KASIH SAYANG GUSTI ALLAH tidak selalu terasa manis, tetapi terkadang pahit.. Dan disinilah PROSES hidup berjalan untuk mencapai KESUKSESAN !"

Fatwa Bijak

" Bersikap lembut dan tidak mudah marah adalah kunci"

Fatwa Bijak

" Berbicara tetapi belum memahamai sama dengan menampakkan kebodohannya "

Motifasi Kebahagiaan

"Kebahagiaan tidak mungki didapat jika selalu mengenang masa lalu yang kelam" biarkanlah sesuatu yang buruk telah terjadi pada diri kita yang penting langkah kita kedepan untuk memperbaikinya dan yang penting cara kita untuk menciptakan kebahagiaan harus tepat.

Sikap Pemimpin

"Seorang pemimpin dapat diterim masyarakat jika memasyarakat" tidak sedikit seorang pemimpin merasa rendah jika terlalu dekat dengan bawahannya dan cenderung menjaga jarak dengan bawahannya, pada hal juga sudah banyak pemimpin yang telah membuktikan bahwa masyarakat lebih menyukai sosok seorang pemimpin yang bisa kenal dan akrap dengan masyarakat karena dengan demikian pemimpin bisa lebih memahami karakter dan kebutuhan masyarakat.

Motifasi Cinta

" Cinta kekasih takkan pernah didapat kecuali dengan berani menanggung resiko"...kama kola al-ulama'

Pelajaran

"Jika kepemtingan lebih dominan, maka kebenaran yang nyata tidak akan mampur terbaca." Afala ta'qilun.

Pelajaran

"Kenyataan...tidak ada yang mampu mendahulukan kepentingan umum kecuali hanya sedikit."

Motifasi

"Dibelakang kesuksesan dapat dipastikan ada wanita yang hebat"

Motifasi

"Orang yang tidak bergantung kepada keberuntungan, justru sering beruntung."

Orang yang hanya mengharapkan keberuntungan, sering mengeluhkan ketidak-beruntungannya.

"Keberuntungan berpihak kepada yang berupaya, bukan kepada yang hanya menunggu."

Mario Teguh - Loving you all as always

Fatwa Bijak

" Seseorang yang menolak pujian biasanya cenderung ingin dipuji dua kali"

Fatwa Bijak

"Kekuatan seorang pria bukan pada bagaimana ia dihormati di tempat kerja, Tapi dalam bagaimana ia dihormati di dalam rumahnya."

Fatwa bijak

"Berkata 1000 kebenaran itu jauh lebih mudah dari pada meninggalkan 1 kesalahan yang sudah terbiasa."

Jumat, 14 Oktober 2011

PROBLEMATIKA MENYIKAPI QUR'AN

Di tengah masyarakat, salah satu indikator kesalehan seorang muslim adalah rajin membaca (tilawah) Al-Qur’an. Surah dan ayat tertentu dari Al-Qur’an sering bergema dalam berbagai acara ‘hajatan’ baik itu walimatul ‘urs, aqiqah anak yang baru dilahirkan, maulidan, berbagai peringatan hari besar Islam, bahkan hingga saat takziah dan ziarah kubur orang tua dan sanak kerabat. Tilawah Al-Qur’an, diiringi kesahduan dan suara merdu, dalam berbagai momen itu tentu saja baik dan membawa ‘keberkahan’. Tak ada yang salah dengan itu semua.

Namun di sisi lain kita saksikan dan rasakan sendiri betapa hak-hak Al-Qur’an diabaikan sedemikian rupa. Mayoritas kaum Muslimin tidak, setidaknya hingga saat ini, menjadikan Al-Qur’an sebagai penuntun pertama bagi akal mereka, tidak pula diletakkan sebagai pengarah pertama di dalam hati mereka, apalagi sebagai penggerak pertama bagi perilaku mereka dan faktor pengubah yang utama bagi jiwa-jiwa mereka.

Sejak era sahabat nabi radliyallahu ‘anhum, jamaah Muslimin sudah sadar bahwa barakah Al-Qur’an diraih bukan dengan cara membawa atau mengalungkannya, tidak pula dengan menghiasi dinding rumah mereka dengan ayat-ayatnya, tidak pula dengan pengobatan pasien lewat metode penyembuhan Al-Qur’an atau ditulis di piring yang kemudian terhapus dan airnya diminum, atau keanehan-keanehan lainnya yang tak pernah ditemukan dalam sejarah dan kehidupan para sahabat nabi.

Tapi keberkahan Al-Qur’an muncul dan mewujud di tengah-tengah mereka dengan cara mengikuti dan mengamalkan isi Al-Qur’an. Inilah yang disebutkan dalam firman Allah ta’ala, 155,

"Dan Al-Qur'an itu adalah Kitab yang kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat," (Q.S. Al-An'am).

Di dunia ini, ada puluhan bahkan ratusan ribu para penghafal Al-Qur’an di luar kepala, ALHAMDULILLAH.

Selain itu ada ratusan juta manusia yang menyimak atau membacanya di pagi dan petang hari, dan ada jutaan orang lainnya yang menghiasi dinding rumahnya dengan ayat-ayat Al-Qur’an, kita pun patut bersyukur.

Namun tak jarang sebagian kaum Muslimin sekedar mencari barakah dengan membawa atau mengantongi mushaf di saku bajunya atau meletakkannya di kendaraannya, atau meletakkan satu ayat di bungkusan kain dan meletakkannya di dada atau menjadikannya sebagai obat penawar bagi orang-orang sakit, dan di antara mereka membuka layanan pengobatan dengan metode penyembuhan Al-Qur’an.

Kita juga melihat orang-orang muslim mengawali siaran radio atau tv mereka dengan tilawah Al-Qur’an dan mengakhirinya dengan cara yang sama. Bahkan ada radio siaran khusus Al-Qur’an 24 jam nonstop.

Sejak era sahabat nabi radliyallahu ‘anhum, jamaah Muslimin sudah sadar bahwa barakah Al-Qur’an diraih bukan dengan cara membawa atau mengalungkannya, tidak pula dengan menghiasi dinding rumah mereka dengan ayat-ayatnya, tidak pula dengan pengobatan pasien lewat metode penyembuhan Al-Qur’an atau ditulis di piring yang kemudian terhapus dan airnya diminum, atau keanehan-keanehan lainnya yang tak pernah ditemukan dalam sejarah dan kehidupan para sahabat nabi.

Tapi keberkahan Al-Qur’an muncul dan mewujud di tengah-tengah mereka dengan cara mengikuti dan mengamalkan isi Al-Qur’an. Inilah yang disebutkan dalam firman Allah ta’ala, 155,

"Dan Al-Qur'an itu adalah Kitab yang kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat," (Q.S. Al-An'am).

Konsep agama Islam pun telah berubah; terbatas pada konteks ilmu dan budaya abad pertengahan, tergerus akibat globalisasi, Islam normatif-ideal hilang dan hanya tersisa Islam historis, nilai-nilai Islam tak lagi absolut, dan suatu kesalahan jika menganggapnya universal karena Islam hanya diperuntukkan bagi manusia abad ke-7 Masehi.

Dan terakhir, tak lain akan berujung kepada munculnya prototipe muslim dan keberagamaan Islam yang baru. Yaitu Islam minus syariah, Islam tanpa siyasah, Islam tanpa muamalat, Islam tanpa ruh, Islam tanpa busana, Islam tanpa pendidikan dan jihad, alias Islam minimalis yang cukup sekedar kerjakan salat, dan kalau bisa pun si muslim dijauhkan dari salat dan terasing dari konsep-konsep Islam sebagai agama dan peradaban.

Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda:

"Sepeninggalanku kelak, akan muncul suatu kaum yang pandai membaca Al Qur`an tidak melewati kerongkongan mereka" (HR Muslim)

Oleh karenanya sebaiknyalah kita mempergunakan akal dalam makna hati untuk memahami Al Qur'an dan Hadits dengan selalu mengikuti cahayaNya yang masuk kedalam hati atau selalu mengikuti petunjukNya, apa yang diilhamkan kedalam hati dengan selalu memilih yang haq Firman Allah Azza wa Jalla yang artinya

"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai"

(QS Al A'raaf [7]:179)
Oleh: Ust. Yusuf Mansur