Tampilkan postingan dengan label Renungan.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan.. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Maret 2014

Mengambil sikap yang tepat

Bukan aku tidak sanggup, tapi waktu yang kurang...!
Sayang waktu yang panjang sudah terbuang sia-sia...

"Waktu yang sudah lewat memang tidak bisa dibayar dengan apapun"

inilah yang harus aku lakukan, menatap kedepan dengan pandangan yang optimis...

Rabu, 13 November 2013

MASALALU TRBIT KEMBALI


_____________________
Setelah 3 Tahun tenggelam dalam kesibukan...
Sahabat dalam perjuangan terbit dalam kebingungan...
Ter ombang ambing dalam angan-angan...
Tertimpa cobaan dari Mu... Tuhan...
---------------------------------------
      Ku tak tau apa yang menjadi lantaran...
      Penyebab hilangnya kesadaran...
      Tuhan mungkin mengingatkan...
      Akan syukurnya yang masih kurang...
----------------------------------------
           Sahabat sejati ingin sekali membantu...
           Jadi penghibur keresahan hati mu...
           Janganlah engkau mendahulukan nafsu...
           Untuk menggapai kenginan dan cita-cita mu...
-------------------------------------------
                Ya Alloh...Apa maksudmu ini...
                Hambamu bingung karena tiada mengerti...
                Hanya dapat ku sampaikan doa ini...
                Agar sahabatku menggapai ketenangan hati...
------------------------------------------
Ya Alloh ampunilah Sahabat perjuangan ku...
Atas dosa-dosa masa lalu...
Amiin... 
Syair ...Li Sohabati.
Syair ini terinspirasi permasalahan kehidupan dari pengalaman dan kejadian yang menimpa sahabat baikku seperjuangan selama 4 priode bersama saya mendampingi program PPK dan PNPM. Saya tau banyak tentang kehidupannya, keinginannya, cita-citanya dan apa yang dapat membuatnya seperti ini. Saudaraku semoga cobaan mu segera di selesaikan dan pasrahkan kepada Nya karena segala sesuatu yang terjadi berdasarkan kehendak Nya. Do'aku selalu menyertaimu.

Selasa, 23 April 2013

SIKAP________

_________________________________
-Terkadang kita perlu diam menunggu reaksi.
-Terkadang kita perlu berbisik utnuk memberi saran.
-Terkadang kita perlu bicara untuk menjelaskan.
-Terkadang kita perlu berteriak untuk memperingatkan.
-Terkadang kita perlu bertindak dan berbuat jika orang lain diam.
_________________________________________________
Untuk merubah dunia.......

SEHARUSNYA.....

Cintailah orang yang kamu cintai.....
_______________________________________________ NYATA
-Tidak sedikit orang yang mampu berbahasa lembut kepada orang lain....
-Tidak sedikit orang yang kuasa menahan amarah pada orang lain...
-Tidak sedikit orang dapat menerima ketidak sempurnaan orang lain...
________________________________________________ TAPI
-Tidak mampu berkata lembut pada orang yang istrinya...
__________bukan kah Alloh mengatakan WA'ASYRUU HUNNA BILMA'RUUF....
-Tidak mampu sabar pada orang yang dikasihi...
__________bukan kah Alloh mengatakan itusebuah AMANAH...
-Tidak mampu menerima ketidak sempurnaan orang yang dicintai...
__________bukan kah hanya Alloh yang Maha Sempurna.
_______________________________________________HARAPAN
Semoga hal ini dijauhkan dari Para Sahabat Terbaik ku.....
R____E____N____U____N____G____A____N

Rabu, 06 Juni 2012

PENTINGNYA PONDASI SATUKAN UMAT ISLAM YA ALLAH...

Seorang guru wanita sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepada murid-muridnya. Ia duduk menghadap murid-muridnya. Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada pemadam. Guru itu berkata, "Saya ada satu permainan...
Caranya begini, di tangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada
pemadam. Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah "Kapur!", jika saya angkat pemadam ini, maka katakalah "Pemadam!"

Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Guru berganti-gantian mengangkat antara kanan dan kiri tangannya, semakin lama semakin cepat. Beberapa saat kemudian guru kembali berkata, "Baik sekarang perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka sebutlah "Pemadam!", jika saya angkat pemadam, maka katakanlah "Kapur!". Dan diulangkan seperti tadi, tentu saja murid-murid tadi keliru dan sangat sukar untuk mengubahnya. Namun lambat laun, mereka sudah biasa dan tidak lagi keliru. Selang beberapa saat, permainan berhenti.

Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya. "Murid-murid, begitulah kita umat Islam. Mulanya yang haq itu haq, yang bathil itu bathil. Kita begitu jelas membedakannya. Namun kemudian, musuh musuh kita memaksakan kepada kita dengan berbagai cara, untuk menukarkan sesuatu, dari yang haq menjadi bathil, dan sebaliknya. Pertama-tamamungkin akan sukar bagi kita menerima hal tersebut, tapi kerana terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka, akhirnya lambat laun kamu akan terbiasa dengan hal itu. Dan anda mulai dapat mengikutinya. Musuh-musuh kamu tidak pernah berhenti membalik dan menukar nilai dan etika.

"Keluar berduaan, berkasih-kasihan tidak lagi sesuatu yang aneh, Zina tidak lagi jadi persoalan, pakaian seksi menjadi hal yang lumrah, tanpa rasa malu, sex sebelum nikah menjadi suatu kebiasaan dan trend, hiburan yang asyik dan panjang sehingga melupakan yang wajib adalah biasa, materialistik kini menjadi suatu gaya hidup dan lain-lain." "Semuanya sudah terbalik. Dan tanpa disadari, anda sedikit demi sedikit menerimanya tanpa merasa itu suatu kesalahan dan kemaksiatan. Paham?" tanya Guru kepada murid-muridnya. "Paham bu guru..."

"Baik permainan kedua..." begitu Guru melanjutkan.

"Ibu Guru ada Qur'an, Ibu Guru akan letakkannya di tengah karpet. Sekarang kalian berdiri di luar karpet. Permainannya adalah, bagaimana caranya mengambil Qur'an yang ada ditengah tanpa memijak karpet?" Murid-muridnya berpikir. Ada yang mencoba alternatif dengan tongkat, dan lain-lain.

Akhirnya Guru memberikan jalan keluar, digulungnya karpet, dan ia ambil Qur'an. Ia memenuhi syarat, tidak menginjak karpet. "Murid-murid, begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya. .. Musuh-musuh Islam tidak akan menginjak-injak anda dengan terang-terang... Karena tentu anda akan menolaknya mentah-mentah. Orang biasapun tak akan rela kalau Islam dihina dihadapan mereka. Tapi mereka akan menggulung anda perlahan-lahan dari pinggir, sehingga anda tidak sadar.

"Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat, maka dibuat pondasi yang kuat. Begitulah Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang kuat. Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau dimulai dgn pondasinya dulu, tentu saja hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dulu, kursi dipindahkan dulu, Almari dibuang dulu satu persatu, baru rumah dihancurkan. ..."

"Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kita. Ia tidak akan menghantam terang-terangan, tapi ia akan perlahan-lahan meletihkan anda. Mulai dari perangai anda, cara hidup, pakaian dan lain-lain, sehingga meskipun anda muslim, tapi anda telah meninggalkan ajaran Islam dan mengikuti cara yang mereka... Dan itulah yang mereka inginkan." "Ini semua adalah fenomena Ghazwul Fikri (Perang Pemikiran). Dan inilah yang dijalankan oleh musuh musuh kita... "

"Kenapa mereka tidak berani terang-terang menginjak-injak, Ibu Guru?" tanya murid-murid. "Sesungguhnya dahulu mereka terang-terang menyerang, misalnya Perang Salib, Perang Tartar, dan lain-lain. Tapi sekarang tidak lagi." "Begitulah Islam... Kalau diserang perlahan-lahan, mereka tidak akan sadar, akhirnya hancur. Tapi kalau diserang serentak terang-terangan, mereka akan bangkit serentak, baru mereka akan sadar".

"Kalau begitu, kita selesaikan pelajaran kita kali ini, dan mari kita berdo'a dahulu sebelum pulang...."
Matahari bersinar terik tatkala anak-anak itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pikiran masing-masing di kepalanya...

RENUNGILAH SAHABAT SEMUA...

TOLONG SEBARKAN PADA SAUDARA-SAUDARA ISLAM KITA... SEMOGA ALLAH MEMBERI TAUFIQ DAN HIDAYAH PADA KITA DAN KELUARGA KITA... MARILAH KITA SAMA-SAMA SADAR BAHWA AGAMA, BANGSA DAN TANAH AIR KITA SEMAKIN TERANCAM!

UMAT ISLAM SEMAKIN MUDAH DIBELI DENGAN UANG, DILALAIKAN DENGAN KEINDAHAN DAN MEMUJA KESERAKAHAN HIDUP, HINGGA HILANG MARTABAT DAN HARGA DIRI!!

UNTUK ITU, MARILAH, KITA BETULKAN APA YG KITA MAMPU BERSAMA-SAMA... JANGAN HANYA BILA SEGALANYA SUDAH TERJADI, SAMA SEPERTI SAUDARA KITA DI NEGARA-NEGARA LAINNYA, BARU KESADARAN ITU TIMBUL, MUNGKIN MASIH BELUM TERLAMBAT TAPI INSYA ALLAH KITA MASIH BISA MEMPERBAIKINYA. MULAI DARI DIRI KITA, KELUARGA KITA, KERABAT, SAHABAT DAN ORANG-ORANG DISEKELILING KITA.

YA ALLAH, SATUKANLAH UMAT ISLAM...
AAMIIINN...

Sebagai umat Islam yang bertanggungjawab, tolonglah forwardkan Catatan ini kepada sahabat2 Islam kita yang lain. Semoga yang baik dijadikan teladan dan yang buruk dijadikan peringatan... ALLAHU a'lam.
Oleh: Haromain Ahmad