Rabu, 17 Desember 2014

BUTIK AROFAH



Berawal dari hobi menjadi Profesi  itulah kata yang tepat untuk usaha ini. Sebut saja namanya dengan Siti Arofah, Ibu dari dua orang anak kelahiran 1977 ini memulai pekerjaan menjahit dari usianya yang masih 13 Tahun ketika masih duduk dibangku SMP/SLTP yang telah dijalaninya hingga saat ini. Siti Arofah bisa menjahit dengan cara oto didak dengan berdasarkan lingkungan yang banyak penjahitnya.

Usaha menjahit Siti Arofah yang beralamatkan di Dusun Ketewel Timur Desa Sememu ini sudah cukup terkenal dikalangan penduduk sekitar, tetangga desa bahkan pemasaran sudah tembus keluar kota seperti Kabupaten Jember, Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Malang karena kwalitas menjahitnya yang bagus dan enak dipakai sehingga sudah mempunyai banyak pelanggan dari masyarakat umum maupun khusus walaupun menurut para pelanggannya harga diatas rata-rata tetapi mereka mengaku sangat puas dengan hasilnya.

            Keberhasilan mustahil akan dicapai tanpa ujian. Inilah kata yang bijak untuk memberikan gambaran bagi usaha berkembang Ibu Siti Arofah ini, dengan keberhasilannya hingga terkenal seperti ini tidaklah seindah bayangan. Karena Istri dari pengusaha perak ini setelah terjadinya bom Bali tahun 2002 mengalami kehancuran dibidang usaha peraknya. Dengan terjadinya musibah itu Beliau semakin gigih dalam menjalankan usaha menjahitnya dengan meningkatkan kwalitas, pelayanan yang ramah dan sabar mengadapi pelanggan yang tuntutannya juga bermacam-macam.

            Tak kenal maka tak sayang patut kita sampaikan, pada tahun 2009 Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat- Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) datang untuk menjawab keinginan masyarakat dengan Bantuan Langsung Masyarakatnya yang sangatlah berdampak bagi masyarakat umum dan khususnya juga bagi Ibu Siti Arofah yang pada tahun 2010 beliau mengetahui adanya Simpan Pinjam Perempuan (SPP) sehingga bisa mengajukan pinjaman tanpa adanya jaminan untuk penambahan modal usahanya. Sampai saat ini beliau masih Beliau masih aktif dalam binaan UPK Kecamatan Pasirian.

            Berawal dari pinjaman Rp. 2.000.000,- yang dicairkan oleh Pengurus UPK Beliau sudah mendapatkan tambahan modal untuk mengembangkan usahanya. Begitu besar dan menyentuhnya program ini...itulah ucapan yang terlontar dari mulut bijaknya.
 



            Beliu mengakui jika usaha Butik Arofah  yang dikelolanya masih belum mempunyai izin usaha karena kurangnya sosialisasi dan perhatian pemerintah. Semoga perhatian selalu tertuju pada usaha-usaha rakyat.

            Berdasarkan cerita ini janganlah mudah putus asa, buatlah impian seindah mungkin dan wujudkanlah impian itu dengan usaga, kerjakeras dengan kesabaran dan ketekunan...”Sesungguhnya Alloh tidak akan merubah nasib suatu kaum, hingga mereka merubah nasibnya sendiri” (QS. Arro’du : 11)

By. ILK
FK Pasirian


Rabu, 05 November 2014

SEJARAH DESA BADES

Hasil penelusuran sejarah Desa Bades Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang, bersama Bapak Kepala Desa Bades (Abah Sulihadi) dibantu oleh Saiful Rozi dan Isnan.
Pada jaman dulu sekitar Tahun 1800san ada seseorang pendatang yang bernama Mbah Madin berasal dari daerah kerajaan Mataram Jawa Tengah datang kedaerah ini dengan tujuan untuk babat alas didaerah lain yang sekarang dikenal dengan Danurojo, sedangkan didaerah ini terkenal dengan tanah gatel “bahasa jawa” atau angker yang menyebabkan das des (istilah jawa) daerah yang menurut masyarakat orangnya gagal terus dan masyarakatnya sering terjadi kematian atau meninggal dunia, karena mendengar berita seperti itu Mbah Madin memutuskan berhenti dan menetap di daerah ini. Mendengar keputusan Mbah Madin masyarakat berkata yang bahasa jawanya“ lah wong koen bongkak bongkek kate rono” yang artinya tidak punya kemampuan dan kekuatan untuk melawan wilayah tanah gatel atau angker (daerah Mbejisari masuk dusun Purut) yang sering memakan korban dan menurut cerita masyarakat tanah gatalnya   dipindah ke daerah Danurojo dan dipindah lagi ke gunung lincing yang dulu ada tanda dengan pohon cabe yang berwarna hijau, kuning, abang atau tidak seperti warna cabe umumnya. Mulai saat keberhasilan dari Mbah Madin inilah beliau disebut atau dikenal dengan Mbah Des yang sekarang menjadi Bades atau Desa Bades.
Menurut cerita fersi lain adalah pada saat itu Mbah Madin mempunyai anak keturunan yang namanya Genamin dan pada waktu makan dia merasakan makanan yang pedas karena belum ceto atau pandai bicara si anak mengatakan kepada Mbah Madin “Mbah Des Mbah des” jadilah kata nama Bades atau Desa Bades.
Sejarah ini ditunjukkan dengan adanya petilasan di makam umum Desa Bades yaitu makamnya Mbah Madin di dusun Krajan.
Pada Tahun 1958 Desa Bades yang mempunyai wilayah yang sangat luas terjadi pemekaran wilayah atau pecah menjadi 2 desa yaitu menjadi Desa Bades dan Desa Gondoruso,  adapun wilayah Desa Bades ada 6 (enam) dusun yaitu Dusun Krajan, Dusun Purut, Dusun Tabon, Dusun Siluman, Dusun Kajaran dan Dusun Dampar dan Desa Gondoruso ada 5 (lima) dusun yaitu Dusun Danurojo, Dusun Glendangpetung, Dusun Kaliwelang, Dusun Sumberjo dan Dusun Liwek.
Sedangkan untuk sejarah kepemimpinan Desa Bades yang diketahui oleh Masyarakat antara lain:
1.     Mbah Aliman/H Tayib selama 40 Tahun, sekitar Tahun (1867 – 1907) sehingga mendapat bintang mas.
Sebelum Petinggi Aliman/ H. Tayib petingginya sering ganti disebabkan ketika ngurit (tebar benih padi) tidak pernah lurus yang menyebabkan Petingginya berhenti.
2.     Mbah Mujarin Wiryo Suryo Pranoto Putra Mbah Aliman (selama 25 tahun)  Tahun 1907 - 1932
3.     Putranya pak Wir nama Mbah Paiman  julukannya Niti Prayitno Putra dari Mbah Muhajir Wiryo Suryo Pranoto selama 10 Tahun, sekitar Tahun (1932 – 1942)
4.     Pak Minto setelah zaman jepang sekitar Tahun (1942 – 1968)
5.     Pak Rehan 1 Periode, sekitar Tahun (1968 – 1982)
6.     Pj Sanijo selama 3 bulan, sekitar Tahun 1982
7.     Pak Nur Hasan selama 2 priode, sekitar Tahun (1982 – 2001) diantara masa bakti Pak Nur Hasan 2 priode ada Pj Kepala Desa yaitu:
8.     Pj. Sanijo selama 1 Tahun, sekitar Tahun 1988
9.     Pj. Carik Abu Mansur selama 1 Tahun, sekitar Tahun (2001 – 2002)
10.  Pak Siono selama 1 priode 5 Tahun, sekitar Tahun (2002 – 2007)
11.  Pj Suroso selama 3 bulan, sekitar Tahun 2007
12.  H. Zamrowi Mansur selama 1 priode, Tahun (2007 – 2012)
13.  Pj Saiful selama 9 bulan, Tahun (2012– 2013)
14.  Abah H. Sulihadi mulai bulan Desember 2013, priode (2013-2019)
Sumber cerita dari Mbah Juhri Sutikno Putra dari Petinggi Mbah Aliman Putra dari Mbah Wiryo.
                                                                                           
                                                                                    Oleh
                                                                              Imam Zubaidi

Jumat, 18 Juli 2014

Wisata Watu G'edek

SYAIKH MUKHAMMAD DIMYATI BIN SYAIK MUKHAMMAD AMIN (B A N T E N)

Syaikh Muhammad Dimyati bin Syaikh Muhammad Amin

(B A N T E N)

من أراد الدنيا فعليه بالعلم ومن أراد الآخرة فعليه بالعلم ومن أرادهما فعليه بالعلم
“Barang siapa yang menginginkan dunia, hendaknya ia menguasai ilmu; barang siapa yang menginginkan akhirat ,hendaknya ia menguasai ilmu;dan barang siapa yang m...enginginkan keduanya, hendaknya ia menguasai ilmu juga.” (al-Hadis)

KH. Muhammad Dimyathi yang biasa dipanggil dengan Abuya Dimyathi atau Mbah Dim merupakan sosok Ulama Banten yang memiliki karismatik nan bersahaja. Beliau lahir sekitar tahun 1925 anak pasangan dari H.Amin dan Hj.Ruqayah. Sejak kecil Abuya Dimyathi sudah menampakan kecerdasannya dan keshalihannya, beliau belajar dari satu pesantren ke pesantren lainnya mullai dari Pesantren Cadasari, kadupeseng Pandeglang, ke Plamunan hingga ke Pleret Cirebon. Semasa hidupnya, Abuya Dimyathi dikenal sebagai gurunya dari para guru dan kiainya dari para kiai, sehingga tak berlebihan kalau disebut sebagai tipe ulama Khas al-Khas. Masyarakat Banten menjuluki beliau juga sebagai pakunya daerah Banten, di samping sebagai pakunya negara Indonesia. Di balik kemasyhuran nama Abuya, beliau adalah orang yang sederhana dan bersahaja. Kalau melihat wajah beliau terasa ada perasaan ‘adem’ dan tenteram di hati orang yang melihatnya.

Abuya Dimyathi dikenal sosok ulama yang cukup sempurna dalam menjalankan perintah agama, beliau bukan saja mengajarkan dalam ilmu syari’ah tetapi juga menjalankan kehidupan dengan pendekatan tasawuf, tarekat yang dianutnya tarekat Naqsabandiyyah Qodiriyyah. Maka wajar jika dalam perilaku sehari-hari beliau penuh tawadhu’, istiqamah, zuhud, dan ikhlas. Abuya adalah seorang qurra’ dengan lidah yang fasih. Wiridan al-Qur’an sudah istiqamah lebih dari 40 tahun. Kalau shalat tarawih di bulan puasa, tidak turun untuk sahur kecuali setelah mengkhatamkan al-Qur’an dalam shalat. Oleh karenanya, tidak salah jika kemudian kita mengkategorikan Abuya sebagai Ulama multidimensi.

Dibanding dengan ulama kebanyakan, Abuya Dimyathi ini menempuh jalan spiritual yang unik.
Beliau secara tegas menyeru: “Thariqah aing mah ngaji!” (Jalan saya adalah ngaji). Sebab, tinggi rendahnya derajat keualamaan seseorang bisa dilihat dari bagaimana ia memberi penghargaan terhadap ilmu. Sebagaimana yang termaktub dalam surat al-Mujadilah ayat 11, bahwa Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan. Dipertegas lagi dalam hadist nabi, al-Ulama’u waratsatul anbiya’, para ulama adalah pewaris para nabi. Ngaji sebagai sarana pewarisan ilmu. Melalui ngaji, sunnah dan keteladanan nabi diajarkan. Melalui ngaji, tradisi para sahabat dan tabi’in diwariskan. ilmu adalah suatu keistimewaan yang menjadikan manusia unggul atas makhluk lain guna menjalankan fungsi kekhalifahannya.Saking pentingnya ngaji dan belajar, satu hal yang sering disampaikan dan diingatkan Mbah Dim adalah: “Jangan sampai ngaji ditinggalkan karena kesibukan lain atau karena umur”. Pesan ini sering diulang-ulang, seolah-olah Mbah Dim ingin memberikan tekanan khusus; jangan sampai ngaji ditinggal meskipun dunia runtuh seribu kali! Apalagi demi sekedar hajatan partai.Urusan ngaji ini juga wajib ain hukumnya bagi putra-putri Mbah Dim untuk mengikutinya. Bahkan, ngaji tidak akan dimulai, fasal-fasal tidak akan dibuka, kecuali semua putra-putrinya hadir di dalam majlis.

Menelusuri kehidupan ulama Banten ini seperti melihat warna-warni dunia sufistik. Perjalanan spiritualnya dengan beberapa guru sufi seperti Kiai Dalhar Watucongol. Perjuangannya yang patut diteladani. Bagi masyarakat Pandeglang Provinsi Banten Mbah Dim sosok sesepuh yang sulit tergantikan. Lahir sekitar tahun 1925 dikenal pribadi bersahaja dan penganut tarekat yang disegani.

Abuya Dimyati juga kesohor sebagai guru pesantren dan penganjur ajaran Ahlusunah Wal Jama’ah. Pondoknya di Cidahu, Pandeglang, Banten tidak pernah sepi dari para tamu maupun pencari ilmu. Bahkan menjadi tempat rujukan santri, pejabat hingga kiai. Semasa hidupnya, Abuya Dimyati dikenal sebagai gurunya dari para guru dan kiainya dari para kiai. Bukan saja mengajarkan ilmu syari’ah tetapi juga menjalankan kehidupan dengan pendekatan tasawuf. Abuya dikenal sebagai penganut tarekat Naqsabandiyyah Qodiriyyah.

Tidak salah kalau sampai sekarang telah mempunyai ribuan murid. Mereka tersebar di seluruh penjuru tanah air bahkan luar negeri. Sewaktu masih hidup , pesantrennya tidak pernah sepi dari kegiatan mengaji. Bahkan Mbah Dim mempunyai majelis khusus yang namanya Majelis Seng. Hal ini diambil Dijuluki seperti ini karena tiap dinding dari tempat pengajian sebagian besar terbuat dari seng. Di tempat ini pula Abuya Dimyati menerima tamu-tamu penting seperti pejabat pemerintah maupun para petinggi negeri. Majelis Seng inilah yang kemudian dipakainya untuk pengajian sehari-hari semenjak kebakaran hingga sampai wafatnya.

Abuya berguru pada ulama-ulama sepuh di tanah Jawa. Di antaranya Abuya Abdul Chalim, Abuya Muqri Abdul Chamid, Mama Achmad Bakri (Mama Sempur), Mbah Dalhar Watucongol, Mbah Nawawi Jejeran Jogja, Mbah Khozin Bendo Pare, Mbah Baidlowi Lasem, Mbah Rukyat Kaliwungu dan masih banyak lagi. Kesemua guru-guru beliau bermuara pada Syech Nawawi al Bantani. Kata Abuya, para kiai sepuh tersebut adalah memiliki kriteria kekhilafahan atau mursyid sempurna, setelah Abuya berguru, tak lama kemudian para kiai sepuh wafat.

Ketika mondok di Watucongol, Abuya sudah diminta untuk mengajar oleh Mbah Dalhar. Satu kisah unik ketika Abuya datang pertama ke Watucongol, Mbah Dalhar memberi kabar kepada santri-santri besok akan datang ‘kitab banyak’. Dan hal ini terbukti mulai saat masih mondok di Watucongol sampai di tempat beliau mondok lainya, hingga sampai Abuya menetap, beliau banyak mengajar dan mengorek kitab-kitab.
Di pondok Bendo, Pare, Abuya lebih di kenal dengan sebutan ‘Mbah Dim Banten’. Karena, kewira’i annya di setiap pesantren yang disinggahinya selalu ada peningkatan santri mengaji.

Dalam setiap perjalanan menuntut ilmu dari pesantren yang satu ke pesantren yang lain selalu dengan kegiatan Abuya mengaji dan mengajar. Hal inipun diterapkan kepada para santri. Dikenal sebagai ulama yang komplet karena tidak hanya mampu mengajar kitab tetapi juga dalam ilmu seni kaligrafi atau khat. Dalam seni kaligrafi ini, Abuya mengajarkan semua jenis kaligrafi seperti khufi, tsulust, diwani, diwani jally, naskhy dan lain sebagainya. Selain itu juga sangat mahir dalam ilmu membaca al Quran.

Bagi Abuya hidup adalah ibadah.
Tidak salah kalau KH Dimyati , Kaliwungu, Kendal Jawa Tengah pernah berucap bahwa belum pernah seorang kiai yang ibadahnya luar biasa. Menurutnya selama berada di kaliwungu tidak pernah menyia-nyiakan waktu. Sejak pukul 6 pagi usdah mengajar hingga jam 11.30. setelah istirahat sejenak selepas Dzuhur langsung mengajar lagi hingga Ashar. Selesai sholat ashar mengajar lagi hingga Maghrib. Kemudian wirid hingga Isya. Sehabis itu mengaji lagi hingga pukul: 24 malam. Setelah itu melakukan qiyamul lail hingga subuh.

Di sisi lain ada sebuah kisah menarik. Ketika bermaksud mengaji di KH Baidlowi, Lasem. Ketika bertemu dengannya, Abuya malah disuruh pulang. Namun Abuya justru semakin mengebu-gebu untuk menuntut ilmu. Sampai akhirnya kiai Khasrtimatik itu menjawab, “Saya tidak punya ilmu apa-apa.” Sampai pada satu kesempatan, Abuya Dimyati memohon diwarisi thariqah. KH Baidlowio pun menjawab,” Mbah Dim, dzikir itu sudah termaktub dalam kitab, begitu pula dengan selawat, silahkan memuat sendiri saja, saya tidak bisa apa-apa, karena tarekat itu adalah sebuah wadzifah yang terdiri dari dzikir dan selawat.” Jawaban tersebut justru membuat Abuya Dimyati penasaran. Untuk kesekian kalinya dirinya memohon kepada KH Baidlowi. Pada akhirnya Kiai Baidlowi menyuruh Abuya untuk solat istikharah. Setelah melaksanakan solat tersebut sebanyak tiga kali, akhirnya Abuya mendatangi KH Baidlowi yang kemudian diijazahi Thariqat Asy Syadziliyah.

Dipenjara

Mbah Dalhar Mah Dim dikenal seagai salah satu orang yang sangat teguh pendiriannya. Sampai-sampai karena keteguhannya ini pernah dipenjara pada zaman Orde Baru. Pada tahun 1977 Abuya sempat difitnah dan dimasukkan ke dalam penjara. Hal ini disebabkan Abuya sangat berbeda prinsip dengan pemerintah ketika terjadi pemilu tahun tersebut. Abuya dituduh menghasut dan anti pemerintah. Abuya pun dijatuhi vonis selama enam bulan. Namun empat bulan kemudian Abuya keluar dari penjara.

Ada beberapa kitab yang dikarang oleh Abuya Dimyati. Diantaranya adalah Minhajul Ishthifa. Kitab ini isinya menguraikan tentang hidzib nashr dan hidzib ikhfa. Dikarang pada bulan Rajab H 1379/ 1959 M. Kemudian kitab Aslul Qodr yang didalamya khususiyat sahabat saat perang Badr. Tercatat pula kitab Roshnul Qodr isinya menguraikan tentang hidzib Nasr. Rochbul Qoir I dan II yang juga sama isinya yaitu menguraikan tentang hidzib Nasr.

Selanjutnya kitab Bahjatul Qooalaid, Nadzam Tijanud Darori. Kemudian kitab tentang tarekat yang berjudul Al Hadiyyatul Jalaliyyah didalamnya membahas tentang tarekat Syadziliyyah. Ada cerita-cerita menarik seputar Abuya dan pertemuannya dengan para kiai besar. Disebutkan ketika bertemu dengen Kiai Dalhar Watucongol Abuya sempat kaget. Hal ini disebabkan selama 40 hari Abuya tidak pernah ditanya bahkan dipanggil oleh Kiai Dalhar. Tepat pada hari ke 40 Abuya dipanggil Mbah Dalhar. “Sampeyan mau jauh-jauh datang ke sini?” tanya kiai Dalhar. Ditanya begitu Abuya pun menjawab, “Saya mau mondok mbah.” Kemudian Kiai Dalhar pun berkata,” Perlu sampeyan ketahui, bahwa disini tidak ada ilmu, justru ilmu itu sudah ada pada diri sampeyan. Dari pada sampeyan mondok di sini buang-buang waktu, lebih baik sampeyan pulang lagi ke Banten, amalkan ilmu yang sudah ada dan syarahi kitab-kitab karangan mbah-mbahmu. Karena kitab tersebut masih perlu diperjelas dan sangat sulit dipahami oleh orang awam.” Mendengar jawaban tersebut Abuya Dimyati menjawab, ”Tujuan saya ke sini adalah untuk mengaji,

Capy Makalah dari Akhinal Karim Ust. Taufik Rahman


SIAPAKAH SYEH SITI JENAR ?...

Nama asli Syekh Siti Jenar adalah Sayyid Hasan ’Ali Al-Husaini, dilahirkan di Persia, Iran. Kemudian setelah dewasa mendapat gelar Syaikh Abdul Jalil. Dan ketika datang untuk berdakwah ke Caruban, sebelah tenggara Cirebon. Dia mendapat gelar Syaikh Siti Jenar atau Syaikh Lemah Abang atau Syaikh Lemah Brit.

Syaikh Siti Jenar adalah seorang sayyid atau habib keturunan dari Rasulullah Saw. Nasab lengkapnya adalah Syekh Siti Jenar [Sayyid Hasan ’Ali] bin Sayyid Shalih bin Sayyid ’Isa ’Alawi bin Sayyid Ahmad Syah Jalaluddin bin Sayyid ’Abdullah Khan bin Sayyid Abdul Malik Azmat Khan bin Sayyid 'Alwi 'Ammil Faqih bin Sayyid Muhammad Shohib Mirbath bin Sayyid 'Ali Khali Qasam bin Sayyid 'Alwi Shohib Baiti Jubair bin Sayyid Muhammad Maula Ash-Shaouma'ah bin Sayyid 'Alwi al-Mubtakir bin Sayyid 'Ubaidillah bin Sayyid Ahmad Al-Muhajir bin Sayyid 'Isa An-Naqib bin Sayyid Muhammad An-Naqib bin Sayyid 'Ali Al-'Uraidhi bin Imam Ja'far Ash-Shadiq bin Imam Muhammad al-Baqir bin Imam 'Ali Zainal 'Abidin bin Imam Husain Asy-Syahid bin Sayyidah Fathimah Az-Zahra binti Nabi Muhammad Rasulullah Saw.

Syaikh Siti Jenar lahir sekitar tahun 1404 M di Persia, Iran. Sejak kecil ia berguru kepada ayahnya Sayyid Shalih dibidang Al-Qur’an dan Tafsirnya. Dan Syaikh Siti Jenar kecil berhasil menghafal Al-Qur’an usia 12 tahun.

Kemudian ketika Syaikh Siti Jenar berusia 17 tahun, maka ia bersama ayahnya berdakwah dan berdagang ke Malaka. Tiba di Malaka ayahnya, yaitu Sayyid Shalih, diangkat menjadi Mufti Malaka oleh Kesultanan Malaka dibawah pimpinan Sultan Muhammad Iskandar Syah. Saat itu. Kesultanan Malaka adalah di bawah komando Khalifah Muhammad 1, Kekhalifahan Turki Utsmani.

Akhirnya Syaikh Siti Jenar dan ayahnya bermukim di Malaka.
Kemudian pada tahun 1424 M, Ada perpindahan kekuasaan antara Sultan Muhammad Iskandar Syah kepada Sultan Mudzaffar Syah. Sekaligus pergantian mufti baru dari Sayyid Sholih [ayah Siti Jenar] kepada Syaikh Syamsuddin Ahmad.

Pada akhir tahun 1425 M. Sayyid Shalih beserta anak dan istrinya pindah ke Cirebon. Di Cirebon Sayyid Shalih menemui sepupunya yaitu Sayyid Kahfi bin Sayyid Ahmad.
Posisi Sayyid Kahfi di Cirebon adalah sebagai Mursyid Thariqah Al-Mu’tabarah Al-Ahadiyyah dari sanad Utsman bin ’Affan. Sekaligus Penasehat Agama Islam Kesultanan Cirebon. Sayyid Kahfi kemudian mengajarkan ilmu Ma’rifatullah kepada Siti Jenar yang pada waktu itu berusia 20 tahun. Pada saat itu Mursyid Al-Thariqah Al-Mu’tabarah Al-Ahadiyah ada 4 orang, yaitu:

1. Maulana Malik Ibrahim, sebagai Mursyid Thariqah al-Mu’tabarah al-Ahadiyyah, dari sanad sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq, untuk wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku, dan sekitarnya

2. Sayyid Ahmad Faruqi Sirhindi, dari sanad Sayyidina ’Umar bin Khattab, untuk wilayah Turki, Afrika Selatan, Mesir dan sekitarnya,

3. Sayyid Kahfi, dari sanad Sayyidina Utsman bin ’Affan, untuk wilayah Jawa Barat, Banten, Sumatera, Champa, dan Asia tenggara

4. Sayyid Abu Abdullah Muhammad bin Ali bin Ja’far al-Bilali, dari sanad Imam ’Ali bin Abi Thalib, untuk wilayah Makkah, Madinah, Persia, Iraq, Pakistan, India, Yaman.
Kitab-Kitab yang dipelajari oleh Siti Jenar muda kepada Sayyid Kahfi adalah Kitab Fusus Al-Hikam karya Ibnu ’Arabi, Kitab Insan Kamil karya Abdul Karim al-Jilli, Ihya’ Ulumuddin karya Al-Ghazali, Risalah Qushairiyah karya Imam al-Qushairi, Tafsir Ma’rifatullah karya Ruzbihan Baqli, Kitab At-Thawasin karya Al-Hallaj, Kitab At-Tajalli karya Abu Yazid Al-Busthamiy. Dan Quth al-Qulub karya Abu Thalib al-Makkiy.
Sedangkan dalam ilmu Fiqih Islam, Siti Jenar muda berguru kepada Sunan Ampel selama 8 tahun. Dan belajar ilmu ushuluddin kepada Sunan Gunung Jati selama 2 tahun.
Setelah wafatnya Sayyid Kahfi, Siti Jenar diberi amanat untuk menggantikannya sebagai Mursyid Thariqah Al-Mu’tabarah Al-Ahadiyyah dengan sanad Utsman bin ’Affan. Di antara murid-murid Syaikh Siti Jenar adalah: Muhammad Abdullah Burhanpuri, Ali Fansuri, Hamzah Fansuri, Syamsuddin Pasai, Abdul Ra’uf Sinkiliy, dan lain-lain.

KESALAHAN SEJARAH TENTANG SYAIKH SITI JENAR YANG MENJADI FITNAH adalah:

1. Menganggap bahwa Syaikh Siti Jenar berasal dari cacing. Sejarah ini bertentangan dengan akal sehat manusia dan Syari’at Islam. Tidak ada bukti referensi yang kuat bahwa Syaikh Siti Jenar berasal dari cacing. Ini adalah sejarah bohong. Dalam sebuah naskah klasik, Serat Candhakipun Riwayat jati ; Alih aksara; Perpustakaan Daerah Propinsi Jawa Tengah, 2002, hlm. 1, cerita yg masih sangat populer tersebut dibantah secara tegas, “Wondene kacariyos yen Lemahbang punika asal saking cacing, punika ded, sajatosipun inggih pancen manungsa darah alit kemawon, griya ing dhusun Lemahbang.” [Adapun diceritakan kalau Lemahbang (Syekh Siti Jenar) itu berasal dari cacing, itu salah. Sebenarnya ia memang manusia yang akrab dengan rakyat jelata, bertempat tinggal di desa Lemah Abang]….

2. “Ajaran Manunggaling Kawulo Gusti” yang diidentikkan kepada Syaikh Siti Jenar oleh beberapa penulis sejarah Syaikh Siti Jenar adalah bohong, tidak berdasar alias ngawur. Istilah itu berasal dari Kitab-kitab Primbon Jawa. Padahal dalam Suluk Syaikh Siti Jenar, beliau menggunakan kalimat “Fana’ wal Baqa’. Fana’ Wal Baqa’ sangat berbeda penafsirannya dengan Manunggaling Kawulo Gusti. Istilah Fana’ Wal Baqa’ merupakan ajaran tauhid, yang merujuk pada Firman Allah: ”Kullu syai’in Haalikun Illa Wajhahu”, artinya “Segala sesuatu itu akan rusak dan binasa kecuali Dzat Allah”. Syaikh Siti Jenar adalah penganut ajaran Tauhid Sejati, Tauhid Fana’ wal Baqa’, Tauhid Qur’ani dan Tauhid Syar’iy.

3. Dalam beberapa buku diceritakan bahwa Syaikh Siti Jenar meninggalkan Sholat, Puasa Ramadhan, Sholat Jum’at, Haji dsb. Syaikh Burhanpuri dalam Risalah Burhanpuri halaman 19 membantahnya, ia berkata, “Saya berguru kepada Syaikh Siti Jenar selama 9 tahun, saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, bahwa dia adalah pengamal Syari’at Islam Sejati, bahkan sholat sunnah yang dilakukan Syaikh Siti Jenar adalah lebih banyak dari pada manusia biasa. Tidak pernah bibirnya berhenti berdzikir “Allah..Allah..Allah” dan membaca Shalawat nabi, tidak pernah ia putus puasa Daud, Senin-Kamis, puasa Yaumul Bidh, dan tidak pernah saya melihat dia meninggalkan sholat Jum’at”.

4. Beberapa penulis telah menulis bahwa kematian Syaikh Siti Jenar, dibunuh oleh Wali Songo, dan mayatnya berubah menjadi anjing. Bantahan saya: “Ini suatu penghinaan kepada seorang Waliyullah, seorang cucu Rasulullah. Sungguh amat keji dan biadab, seseorang yang menyebut Syaikh Siti Jenar lahir dari cacing dan meninggal jadi anjing. Jika ada penulis menuliskan seperti itu. Berarti dia tidak bisa berfikir jernih. Dalam teori Antropologi atau Biologi Quantum sekalipun. Manusia lahir dari manusia dan akan wafat sebagai manusia. Maka saya meluruskan riwayat ini berdasarkan riwayat para habaib, ulama’, kyai dan ajengan yang terpercaya kewara’annya. Mereka berkata bahwa Syaikh Siti Jenar meninggal dalam kondisi sedang bersujud di Pengimaman Masjid Agung Cirebon. Setelah sholat Tahajjud. Dan para santri baru mengetahuinya saat akan melaksanakan sholat shubuh.

5. Cerita bahwa Syaikh Siti Jenar dibunuh oleh Sembilan Wali adalah bohong. Tidak memiliki literatur primer. Cerita itu hanyalah cerita fiktif yang ditambah-tambahi, agar kelihatan dahsyat, dan laku bila dijadikan film atau sinetron. Bantahan saya: Wali Songo adalah penegak Syari’at Islam di tanah Jawa. Padahal dalam Maqaashidus syarii’ah diajarkan bahwa Islam itu memelihara kehidupan [Hifzhun Nasal wal Hayaah]. Tidak boleh membunuh seorang jiwa yang mukmin yang di dalam hatinya ada Iman kepada Allah. Tidaklah mungkin 9 waliyullah yang suci dari keturunan Nabi Muhammad akan membunuh waliyullah dari keturunan yang sama.” Tidak bisa diterima akal sehat.

Penghancuran sejarah ini, menurut ahli Sejarah Islam Indonesia (Azyumardi Azra) adalah ulah Penjajah Belanda, untuk memecah belah umat Islam agar selalu bertikai antara Sunni dengan Syi’ah, antara Ulama’ Syari’at dengan Ulama’ Hakikat. Bahkan Penjajah Belanda telah mengklasifikasikan umat Islam Indonesia dengan Politik Devide et Empera [Politik Pecah Belah] dengan 3 kelas:
1. Kelas Santri [diidentikkan dengan 9 Wali]
2. Kelas Priyayi [diidentikkan dengan Raden Fattah, Sultan Demak]
3. Kelas Abangan [diidentikkan dengan Syaikh Siti Jenar]

Wahai kaum muslimin...melihat fenomena seperti ini, maka kita harus waspada terhadap upaya para kolonialist, imprealis, zionis, freemasonry yang berkedok orientalis terhadap penulisan sejarah Islam. Hati-hati....jangan mau kita diadu dengan sesama umat Islam. Jangan mau umat Islam ini pecah. Ulama’nya pecah. Mari kita bersatu dalam naungan Islam untuk kejayaan Islam dan umat Islam.

Sumber makalah: http://ktb-piss.blogspot.com/2011/07/artikel-benarkah-syekh-siti-jenar-ulama.html
Sumber foto: https://farm6.staticflickr.com/5251/5404317130_830b555d72_z.jpg
Copy Artikel dari Akhinal Karim Ust. Taufik Rahman

Rabu, 02 Juli 2014

Ungkapan Cinta dan Do'a

Dalam cinta ada kepercayaan...
Saling mengingtkan...!
Menjaga kebutuhan...!
Dan doa untuk terjaga dari segala godaan.

Cinta adalah anugrah Alloh yang indah
Bagi insan yang pandai mensyukuri dan menghargai.

Ya Alloh...Ya Robbal Alamin...
Semikanlah cinta dihati kami.
Hanya untuk pasangan yang engkau ridoi.

Jagalah kami dari segala fitnah, godaan dan gangguan.
Ternaungi dari dusta dan kecurangan.
Tidak hanya dalam keindahan dunia.
Juga dalam kedamaian surgawi.
Amiin...!
 

Kamis, 20 Maret 2014

8. NURAHMAN JOKO WIRYANU, SH

Beliau adalah Caleg DPR RI
Daerah Pemilihan Jawa Timur V Malang Raya
Nomor urut 8. Nurahman Joko Wiryanu, SH
Lahir di Madiun,  4 Desember 1967
Nama Istri adalan Siti Muslikah
Alamat Jl. Raya Desa Tawang Rejeni  Kecamatan Turen Kota Malang Provinsi Jawa Timur.

Riwayat Pendidikan :
-SDN Jodipan 1 Malang ( Lulus Tahun1980 )   Alamat : Malang
-SMPN 2 Malang ( Lulus Tahun 1982 )   Alamat :  Kota Malang SMAN 2 Malang ( Lulus Tahun 1985. )  Alamat : Kota Malang
-Fakultas Hukum Universita Brawijaya Malang   ( Lulus Tahun 1995)  Alamat : Malang
-Kursus/Diklat yang pernah diikuti:
Pelatihan Kredit Usaha Rakyat Kecil ( KURK) oleh DEPKOP di Malang, September 1985
Pelatihan Organisasi Buruh oleh Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) , BINA DESA dan FLWS di Surabaya, Desember 1989.
Pelatihan Calon Fasilitator Kelurahan oleh sekretariat Bina Desa dan LPM UNISMA. April 1999
Pelatih pada pelatihan Ketua MAD, BPUPK dan UPK sekabupaten Ponorogo, Tahun 2006

Riwayat Organisasi:
-Anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat  FH. UNIBRA        (Tahun 1988)  Alamat : Malang
-Ketua Bidang Pemberdayaan Masyarakat  Dewan Pengurus Daerah  Korps Mahasiswa  dan Alumni  -Penerima Beasiswa  Provinsi Jawa Timur    (Tahun 2011 )Alamat : Surabaya
-Ketua Dewan Pengurus Daerah  Ikatan Pelaku Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Jawa Timur (DPD IPPMI) Tahun 2011 – sekarang.  Alamat : SurabayaDewan Pembina Yayasan Budaya Ratna (Tahun 2012 – sekarang ) Alamat : Malang
-Ketua DPD IPPMI Jawa Timur 2011 – sekarang Alamat: Jawa Timur

Riwayat Pekerjaan:
-LPM Universitas Jember Sebagai Fasilitator Kelurahan P2KP (Tahun 1999 - 2002)
-Konsultan PNPM Mandiri (Tahun 2002 – Sekarang)
-Pelatih  pada pelatihan pra tugas Fasilitaor kecamatan PPK mandiri kabupaten Pamekasana,tahun 2006
-Pelatih pada pelatihan UPK micro Finance II  Kabupaten  Blitar ( 2008 )



Kamis, 06 Maret 2014

PRAKTEK DOSA

Praktek jual beli CPNS di Kabupaten Malang.
Saya yakin sebenarnya praktek ini sudah lama ada, tetapi kenapa ditahun kepemimpinan sekarang semakin Jelas terdengar.
Ada apa dengan pemimpin-pemimpin kita ?...
Ternyata ancaman ALLOH sudah tidak mempan kepada pemimpin-pemimpin "OKNUM".
Bahkan saya mendengar Marketingnya orang yang terpandang dalam lingkungan agama (SUNGGUNH MENGENASKAN)
-Apa mungkin mereka lupa dengan ancaman-ancaman Alloh ?...
-Apa karena silau dengan iming-iming dunia yang tidak kekal ?...
-Apa karena mereka buta dengan pengetahuan agama ?...
-Apa karena sudah menjadi tradisi, jadi menghalalkan ?...
Ingat jika memang benar-benar jadi itu tidak patut diperjualbelikan karena dibayar dengan uang NEGARA, itu uang rakyat ! jadi semua berhak berkompetisi didalamnya.
Jalan HALAL masih terbentang luas yang disediakan oleh Alloh.
Zaman memang sudah akhir...
Banyak orang pandai tapi tidak benar.
Hati-hati hidup cuman sekali carilah RIDO ALLOH...
Dunia akan FANA, Akhirat KEKAL
Jangan sampai menyesal kemudian.....

Tapi aku tetap berdoa semoga rumor ini tidak benar. Amiin...

Ilmu yang sebenarnya

Banyak orang mengorbankan kepentingan masyarakat karena keinginan pribadi, seharusnya dia berfikir bahwa ilmu yang sebenar-benarnya ilmu itu adalah mengorbankan keinginannya untuk kepentingan masyarakat.

Mengambil sikap yang tepat

Bukan aku tidak sanggup, tapi waktu yang kurang...!
Sayang waktu yang panjang sudah terbuang sia-sia...

"Waktu yang sudah lewat memang tidak bisa dibayar dengan apapun"

inilah yang harus aku lakukan, menatap kedepan dengan pandangan yang optimis...

Selasa, 26 November 2013

Tidak Bisa dalam Satu Wadah

Assalamualaikum Sahabat terbaik...

"Sesuatu yang berlawanan memang tidak bisa berada dalam satu wadah, jika dipaksakan maka akan mengeluarkan semuanya" 
                                                                                                                           Asli Imam Z
 

Kamis, 21 November 2013

Berbuat Untuk Orang Lain

Berbuatlah sesuatu untuk orang lain, meskipun itu sekecil debu, dan satu hal lagi, sesuatu yang tidak kita mulai dari sekarang, dan hanya kita tunggu, tak akan pernah kita dapatkan . . .

Rabu, 13 November 2013

Cerita Pemberdayaan



BERFIKIR KESAMPING
(Buruh Tani menjadi Berprofesi)

Text Box: Ketika mendampingi MPJ di Desa MangunsariBapak Sugriwo (PL Kec. Tekung) ketika mendampingi MPJ di Desa MangunsariDi bulan juni 2009 adalah pertamakali saya melaksanakan tugas sebagai fasilitator PNPM-MPd, hari kedua dilokasi tugas tepatnya dikecamatan Tekung, kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Yang saya lakukan bersama Fasilitator Teknik adalah pengenalan lokasi dengan berangkat kedesa-desa untuk mengenalkan diri kepada kepala desa setelah dari kantor kecamatan, alhasil saya dapat mengumpulkan berita acara sosialisasi sekaligus mendata nama-nama Kader Pemberdayaa Masyarakat Desa (KPMD).

Dari enam belas nama Kader saya terkesan dengan sosok penampilan kader yang berpenampilan cukup rapih dan meyakinkan saya pun melakukan komunikasi dengan bercerita dan pertanyaan-pertanyaan seputar pengalaman sekaligus diselingi dengan tertawa kecil dengan karakternya yang khas dia bercerita mulai dari asal nama lengkapnya yaitu Bambang Sugriwo Ningrat Sostro Negoro dengan guyonan dia mengartikan perkata dari namanya Bambang adalah mas, Su adalah ganteng, Griwo adalah raja, Ningrat adalah keturunan darah biru, Sostro adalah pemimpin, Negoro adalah negara jadi artinya kalau disatukan adalah mas keturunan raja  yang ganteng yang akan memimpin negara yang akhirnya diperpendek menjadi Sugriwo karena dipandang tidak sesuai dengan kenyataan yang artinya adalah Raja Ganteng. Dengan jawaban yang pasti dan panjang ini kami pun tertawa bersama hahaha....dengan cerita-cerita dan percakapan lainnya.
Pada suatu hari saya menyambung percakapan dengan datang silaturakhim kerumahnya setelah solat magrib, seperti biasa diawali dengan cerita macam-macam dari sabang sampai meraoke habis masuk dalam percakapan dengan kesimpulan saya mendapatkan orang yang aku cari yaitu sosok sosialis yang mau belajar dan ingin berubah. Biasanyadikalangan masyarakat umumnya tidak etis menanyakan pekerjaan dan pendapatan, saya memberanikan diri dan memancing dengan pertanyaan yang tujuannya untuk mencari keinginan dan bakat terpendamnya, yang saya tanyakan antaralain:

Saya             : Aktifitasnya apa ?...
Sugriwo        : Maksudnya ?...dia balik bertanya
Saya             : Ya sehari-harinya?...saya memancing...karena belum berani bertanya yang spesivik.
Sugriwo        : Ooo...pekerjaan saya...tani mas...
Saya             : dengan cepat aku berkata sawahnya lebar yah bagus...
Sugriwo        : Kata siapa mas...lawong buruh tani...itu kalau ada yang nyuruh, kalo tidak ada ya dirumah    
                          Saja...  nyapu cuci baju dan nyiapkan anak-anak sarapan.
Saya             : Lah Istrimu kemana ?...
Sugriwo        : Istriku mlijo kalau pagi, brangkat jam 4 pagi.
Saya             : Lah pendapatan setiap harinya berapa ?...
Sugriwo        : Yah gak mesti mas...lah kadang ada kadang tidak ada pekerjaan.
          Saya pun mereka-reka sendiri penghasilan yang didapatnya dalam satu bulan, dengan pengalaman saya yang sering saya gunakan untuk memotifasi orang, sayapun mengatakan kepada dia dengan kata-kata tegas “ Kamu tidak pantas punya pendapatan cuman segitu...! “ dia terlihat agak bingung mendengar kata-kata saya, setelah terhenti sejenak dia balik bertanya “maksudnya ?...” yah kamu seharusnya punya pendapatan lebih. Percakapan berjalan lumayan lama yang akhirnya saya pun pamit pulang.
Kegiatanpun berjalan seperti layaknya kecamatan lain, setelah beberapa waktu pada tahun 2011 ada pergantian Pendamping Lokal (PL) dia terpilih dan disepakati menggantikan Fathur Rizi yang telah terpilih di MAD untuk menjadi Sekretaris UPK. Waktu berlalu seiring dengan proses program berjalan dengan pasti dan pada suatu ketika saya kerumahnya hanya sekedar ingin berbincang-bincang, dari kejauhan sudah terlihat dia duduk dibelakang temannya di pos ronda dengan memegang bahu temannya seraya tangannya bergerak-gerak ternyata sedang memijat. Inilah yang pertama kali aku tangkap sebagai bakat terpendamnya. Dengan kedatangan saya pos ronda dia tinggalkan dan mempersilahkansaya masuk kerumahnya dengan ditemani segelas teh kami berbincang-bincang yang inti pembicaraan, saya mengatakan sudah waktunya kamu berfikir penghasilan lebih dengan memotifasi supaya anaknya dikuliahkan setelah lulus SMA dengan memberikan testimoni pola pikir seorang sarjana dan yang bukan sarjana, setelah agak lama saya alihkan pembicaraan ke tentang pijat memijat ternyata dia menginginkan kelak menjadi tukang pijat.
Berfikir kesamping dan motifasi adalah topik pembicaraan berikutnya yang saya usung ketika berjumpa dengan dia dengan sedikit memberikan teori promosi untuk menjadikan pijat sebagai penghasilan tambahannya walaupun sebenarnya pada raut mukanya masih menggambarkan ketidak mungkinan karena sudah banyak tukang pijat tetapi saya berpendapat apakah karena sudah ada orang yang menjual sayur sehingga kamu tidak menjual sayur ?...apakah karena sudah ada orang menanam padi sehingga kamu tidak menanam padi ?...tunggu dulu sekarang kamu kenapa kamu menjadi buruh tani padahal sudah banyak buruh tani, kenapa sekarang istrimu jual sayur padahal sudah banyak wlijo. Teorinya yaitu jangan tunggu diminta untuk menolong orang, jangan mematok harga dalam memberikan jasa, niatilah menolong orang yang sedang sakit karena Alloh, terus belajar dan belajar, kedepankan kepentingan sosial kamu sebagai Pendamping Lokal karena ini kehidupan kamu.
“Tidak ada yang tidak bisa dirubah kecuali takdir Alloh” masalahnya kita tidak akan pernah tahu takdir itu yang mana. Banyak orang dengan kemiskinanya, dengan keadaannya yang masih jauh dari cukup ketika diberi motifasi mengatakan ini sudah takdirNya, oh saya tidak jodoh kerja ini kerja itu, kamu sekarang enak yah karena kamu jodoh kerja itu. Oh...begitu pernyataan orang yang tidak punya motifasi ingin berubah karena pernyataan ini adalah pernyataan orang yang malas dan tidak mau berfikir menurut aku. Setelah beberapa lama Bapak Sugriwo melakukan teori yang saya sarankan mulailah ada panggilan pijat dari teman, kuluarganya teman, tetangganya teman dan seterusnya.
Akhirnya setalah kurang dari satu tahun bapak Sugriwo mulai dikenal sebagai orang yang berprofesi tukang pijat dan dia mulai menyadari apa yang saya katakan tidak pantas berpenghasilan sedikit seharusnya berpenghasilan lebih itu bisa terjadi jika mau, sabar dan telaten dalam menjalaninya.
Jabatan dia sebagai Pendamping Lokal (PL) di Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan telah menghantarkan dia dari yang biasa menjadi luarbiasa, dari buruh tani menjadi berprofesi, dari yang tidak pantas menjadi pantas. Ingat sebelum kita meminta sesuatu kepada Alloh pantaskan dulu diri kita untuk layak mendapatkan apa yang kita minta.

Cerita lama FK Pasirian

MASALALU TRBIT KEMBALI


_____________________
Setelah 3 Tahun tenggelam dalam kesibukan...
Sahabat dalam perjuangan terbit dalam kebingungan...
Ter ombang ambing dalam angan-angan...
Tertimpa cobaan dari Mu... Tuhan...
---------------------------------------
      Ku tak tau apa yang menjadi lantaran...
      Penyebab hilangnya kesadaran...
      Tuhan mungkin mengingatkan...
      Akan syukurnya yang masih kurang...
----------------------------------------
           Sahabat sejati ingin sekali membantu...
           Jadi penghibur keresahan hati mu...
           Janganlah engkau mendahulukan nafsu...
           Untuk menggapai kenginan dan cita-cita mu...
-------------------------------------------
                Ya Alloh...Apa maksudmu ini...
                Hambamu bingung karena tiada mengerti...
                Hanya dapat ku sampaikan doa ini...
                Agar sahabatku menggapai ketenangan hati...
------------------------------------------
Ya Alloh ampunilah Sahabat perjuangan ku...
Atas dosa-dosa masa lalu...
Amiin... 
Syair ...Li Sohabati.
Syair ini terinspirasi permasalahan kehidupan dari pengalaman dan kejadian yang menimpa sahabat baikku seperjuangan selama 4 priode bersama saya mendampingi program PPK dan PNPM. Saya tau banyak tentang kehidupannya, keinginannya, cita-citanya dan apa yang dapat membuatnya seperti ini. Saudaraku semoga cobaan mu segera di selesaikan dan pasrahkan kepada Nya karena segala sesuatu yang terjadi berdasarkan kehendak Nya. Do'aku selalu menyertaimu.

Selasa, 22 Oktober 2013

TAHUKAH KAMU 4 KITAB, TAURAT, ZABUR, INJIL DAN ALQURAN DI TURUNKAN DALAM BAHASA APA ?

Tahu tak pengunjung sekalian 4 kitab Allah iaitu kitab taurat,zabur,injil dan Al-Quran. Mari kita sama baca dan mengkaji antara 4 kitab Allah ini :

1- Kitab Taurat

Kitab Taurat telah diturunkan oleh Allah swt kepada Nabi Musa as dalam bahasa Ibrani. Dalam kitab Taurat ini terkandung hukum syarak dan keyakinan yang betul. Ia juga menerangkan bahawa seorang nabi akhir zaman (Muhammad saw) akan lahir dari keturunan Nabi Ismail as . Kitab Taurat yang asli tidak ditemui lagi pada masa sekarang kerana isinya telah ditokok tambah oleh orang-orang yahudi.

2- Kitab Zabur

Kitab Zabur telah diturunkan oleh Allah swt kepada Nabi Daud as dalam bahasa Qibthi. Kitab Zabur tidak mengandungi hukum perundangan . Kandungannya hanya mengenai perkhabaran, cerita , zikir , doa dan hikmah-hikmah. Oleh sebab itu, Nabi Daud tidak mempunyai syariat tersendiri , ia dan umatnya hanya mengikut syariat yang dibawa oleh Nabi Musa as.

3- Kitab Injil

Kitab injil telah diturunkan oleh Allah swt kepada Nabi Isa as dalam bahasa Suryani . Diantara kandungannya yang utama ialah menyeru umat manusia agar meng-Esakan Allah swt . Kitab Injil juga memberitakan akan kelahiran seorang Nabi dan rasul di akhir zaman iaitu Nabi Muhammad saw. Orang-orang Yahudi telah mengingkari akan kebesaran Allah swt . Mereka telah menghimpunkan kitab-kitab ini menjadi satu yang diberi nama "bible". Kemudian mereka ubah isi kandungannya mengikut kehendak hati mereka agar berkesesuaian dengan kehidupan mereka seharian. Bible ini terbahagi kepada dua bahagian besar. Pertama bahagian Taurat yang dinamakan dengan perjanjian Lama (Old Testament). Kedua bahagian Injil yang dinamakan dengan perjanjian baru (New Testament).

4- Kitab Suci Al-Quran

Kitab suci Al-Quran adalah sebuah kitab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw . Al-Quran diturunkan dalam bahasa Arab. Di dalam Al-Quran mengandungi hukum-hukum serta peraturan yang lengkap meliputi seluruh aspek kehidupan manusia, sama ada untuk mencapai kemakmuran hidup di dunia maupun untuk kebahagiaan hidup di akhirat. Ajaran yang disampaikan di dalam A-Quran sesuai untuk seluruh umat manusia dipermukaan bumi ini tidak kira bangsa dan keturunannya. Ajaran yang termuat di dalam Al-Quran lengkap dan sempurna, ia tidak akan berubah dan kekal selama-lamanya bahkan ia tetap terpelihara oleh Allah. Al-Quran merupakan mukzijat Nabi Muhammad saw yang terbesar dan berkekalan sehingga hari kiamat.

SUBHANALLAH

Semoga ALLAH tingkatkan iman dan ketakwaan kita kepada ALLAH, dengan memberi kepahaman yang jelas terhadap apa yang terkandung di dalam al-Qur'an. Aamiin

(Cantumkan jika ada doa khusus agar kami para jamaah bisa mengaminkannya)

Silahkan Klik Like dan Bagikan di halamanmu agar kamu dan teman-temanmu senantiasa istiqomah dan bisa meningkatkan ketakwaannya kepada ALLAH SWT.

Ya ALLAH...
✔ Muliakanlah orang yang membaca tausiah ini
✔ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
✔ Lapangkanlah hatinya
✔ Bahagiakanlah keluarganya
✔ Luaskan rezekinya seluas lautan
✔ Mudahkan segala urusannya
✔ Kabulkan cita-citanya
✔ Jauhkan dari segala Musibah
✔ Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar.
✔ Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang membaca dan membagikan tausiah ini.

Aamiin ya Rabbal'alamin
Ust. Yusuf Mansur

Minggu, 11 Agustus 2013

Nasehat sayyidina ali bin abi tholib


Aku khawatir trhadap suatu masa yg rodanya dpt menggilas keimanan
Keyakinan hanya tinggal pemikiran yg tak berbekas dlm perbuatan. Banyak org baik tp tak berakal .  
Ada yg berakal tp tak beriman
Ada lidah fasih tp berhati lalai..ada yg khusuk namun sibuk dlm kesendirian.
Ada ahli ibadah tp mewarnai kesombongan iblis..ada ahli maksiat rendah hati bagai sufi
Ada yg banyak tertawa hingga hatinya berkarat dan ada yg menangis krn kufur nikmat
Ada yg murah senyum tp hatinya mengumpat. Ada yg berhati tulus tp wajahnya cemberut
Ada yg berlisan bijak tp tak memberi teladan..ada yg pezina tampil menjadi figur
Ada org punya ilmu tp tak paham .. ada yg paham tp tak menjalankan
Ada yg pintar tp membodohi.ada yg bodoh tak tau diri
Ada org beragama tp tak berakhlaq.. ada yg berakhlak tp tak bertuhan..
Lalu diantara semua itu.. dimana aku berada ???

"HAL YANG BISA MERUSAK PERNIKAHAN"


A. Suami :
1. Suami tidak berfungsi menjadi pemimpin
dengan baik akibatnya saling melukai.
2. Suami gagal menjadikan isteri nomer satu
dalam hidupnya.
3. Suami suka membandingkan isteri dengan
wanita lain.
4. Suami kurang bisa mengontrol emosi dan
kebiasaan buruk.
5. Suami gagal memuji hal-hal kecil yang
dilakukan Isteri.
6. Suami menolak pendapat Isteri.
7. Suami tidak pernah minta maaf ketika
berbuat salah.
B. Isteri :
1. Isteri tidak menghargai Suami sebagai
kepala rumah tangga.
2. Isteri gagal menundukkan diri kepada
Suami.
3. Isteri gagal menampilkan kecakapan
manusia batiniah.
4. Isteri gagal menunjukan rasa syukur
kepada Suami.
5. Isteri suka membantah ucapan suami.
C. Kebutuhan seorang Suami :
1. Nafkah batin (tempat tidur).
2. Isteri sebagai sahabat.
3. Rumah yang bersih dan rapi.
4. Isteri yang banyak senyum.
5. Saling menghargai.
D. Kebutuhan seorang Isteri :
1. Kasih sayang dan dihargai.
2. Diajak bicara di waktu senggang.
3. Jujur dan terbuka serta setia.
4. Diukupkan kebutuhan sehari-harinya.
5. Komitmen terhadap keluarga.
Ingat..
Kepala keluarga yang berhasil dalam
mengurusi keluarga maka keberhasilan yang
lain akan mengikuti.
Kepala keluarga yang gagal dalam keluarga
maka kegagalan yang lain pun akan
mengikuti.
Kebahagiaan pernikahan membutuhkan
perjuangan yang tidak kenal lelah, dan
membutuhkan kehadiran dan pertolongan
Allah.
Berbahagialah mereka yang benar-benar
menikmati hidup rumah tangga yang rukun
dan damai, meskipun itu harus diperoleh
dengan cucuran air mata.
Belaian tangan suami adalah ibarat emas bagi
isteri.
Senyum manis sang isteri adalah permata
bagi suami.
Kesetiaan suami adalah mahkota bagi isteri.
Keceriaan isteri adalah ibarat sabuk di
pinggang suami.
Perbaikilah apa yang bisa diperbaiki sekarang
sebelum terlambat.
Cintailah pasangan yang telah dipilih-Nya
untuk hidupmu.
Bagi yang belum Menikah..
Semoga ini bisa menjadi bekal kelak
Semoga kita bisa menjadi Suami Sholeh dan
Isteri Sholehah.
By Ella

Hadiah Terbesar

Hadiah terbesar dari kehidupan adalah
peluang untuk melakukan yang terbaik di
setiap kesempatan
By Ella