Selasa, 11 Juni 2013
Jumat, 31 Mei 2013
JANGAN MENJADI EMIMPIN YANG LEMAH
Subhanalloh...betul adanya...
________________________
-Jika fungsi sudah tdk berjalan, mk tdk akan pernah tegas dalam bertindak.
-Jika atasan sudah tidak tegas, mk kinerja seenaknya.
-Jika kerja sudah seenaknya, mk hasilnya tak akan pernah sempurna.
Ini yang terjadi....
________________________
Ayo para pemimpin lakukan apa yg jadi tugasmu...!
"KULLUKUM RO'IN WAKULLUKUM MAS ULUN 'AN ROIYATIHI" (kamu semua adalah
pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya)
Aku menunggu aksimu...
_________________________
Jangan sampai keputusanmu...menjadi tak kerarti karna kesalahanmu....
Jangan sampai perintahmu...menjadi jawaban atas ketidak berdayaanmu...
Jangan sampai kebijakanmu...dinggap angin lalu...dan
Jangan sampai keberadaanmu dianggap tidak pernah ada...
.............................................................................................
SEHARUSNYA.....DICINTAI
Cintailah orang yang kamu cintai.....
_______________________________________________ NYATA
-Tidak sedikit orang yang mampu berbahasa lembut kepada orang lain....
-Tidak sedikit orang yang kuasa menahan amarah pada orang lain...
-Tidak sedikit orang dapat menerima ketidak sempurnaan orang lain...
________________________________________________ TAPI
-Tidak mampu berkata lembut pada orang yang istrinya...
__________bukan kah Alloh mengatakan WA'ASYRUU HUNNA BILMA'RUUF....
-Tidak mampu sabar pada orang yang dikasihi...
__________bukan kah Alloh mengatakan itusebuah AMANAH...
-Tidak mampu menerima ketidak sempurnaan orang yang dicintai...
__________bukan kah hanya Alloh yang Maha Sempurna.
_______________________________________________HARAPAN
Semoga hal ini dijauhkan dari Para Sahabat Terbaik ku.....
R____E____N____U____N____G____A____N
Imam Z
_______________________________________________ NYATA
-Tidak sedikit orang yang mampu berbahasa lembut kepada orang lain....
-Tidak sedikit orang yang kuasa menahan amarah pada orang lain...
-Tidak sedikit orang dapat menerima ketidak sempurnaan orang lain...
________________________________________________ TAPI
-Tidak mampu berkata lembut pada orang yang istrinya...
__________bukan kah Alloh mengatakan WA'ASYRUU HUNNA BILMA'RUUF....
-Tidak mampu sabar pada orang yang dikasihi...
__________bukan kah Alloh mengatakan itusebuah AMANAH...
-Tidak mampu menerima ketidak sempurnaan orang yang dicintai...
__________bukan kah hanya Alloh yang Maha Sempurna.
_______________________________________________HARAPAN
Semoga hal ini dijauhkan dari Para Sahabat Terbaik ku.....
R____E____N____U____N____G____A____N
Imam Z
JANGAN MERASA LEBIH...
___________________________
"Alloh. Tidak ada Tuhan Selain Dia. Yang Maha hidup, yang terus menerus mengurus mahluknya, tidak mengantuk dan tidak tidur, Milik-Nya apa yang ada dilangit dan bumi. Tidak ada yang dapat memberi pertolongan disisi-Nya tampa seizin-Nya.Dia mengetahui apa yang dihadapan mereka dan yang dibelakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apapun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang dikehendaki. kekuasaannya meliputi langit dan bumu.dan tidak merasa berat memelihara keduanya,Dia Maha Tinggi dan Maha Besar." (Al-Baqoroh: 255)
______________________________ ___________________________
-Masih adakah yang merasa lebih hebat?...
-Masih adakah yang merasa lebih berkuasa?...
-Masih adakah yang merasa lebih pintar?...
-Masih adakah yang merasa lebih kuat?...
______________________________ ____________________________
Sebagai seorang sahabat berpesan...bersihkan dari hati kita....karena kita tidak berarti dihadapan-Nya.
Imam Z
"Alloh. Tidak ada Tuhan Selain Dia. Yang Maha hidup, yang terus menerus mengurus mahluknya, tidak mengantuk dan tidak tidur, Milik-Nya apa yang ada dilangit dan bumi. Tidak ada yang dapat memberi pertolongan disisi-Nya tampa seizin-Nya.Dia mengetahui apa yang dihadapan mereka dan yang dibelakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apapun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang dikehendaki. kekuasaannya meliputi langit dan bumu.dan tidak merasa berat memelihara keduanya,Dia Maha Tinggi dan Maha Besar." (Al-Baqoroh: 255)
______________________________
-Masih adakah yang merasa lebih hebat?...
-Masih adakah yang merasa lebih berkuasa?...
-Masih adakah yang merasa lebih pintar?...
-Masih adakah yang merasa lebih kuat?...
______________________________
Sebagai seorang sahabat berpesan...bersihkan dari hati kita....karena kita tidak berarti dihadapan-Nya.
Imam Z
''ANAKMU MENGENALKAN SIAPA DIRIMU...!!
1.Jika anakmu BERBOHONG,itu karena engkau MENGHUKUNYA terlalu BERAT.
2.Jika anakmu TIDAK PERCAYA DIRI,itu karena engkau TIDAK MEMBERI dia SEMANGAT
3.Jika anakmu KURANG BERBICARA,itu karena engkau TIDAK MENGAJAKNYA BERBICARA
4.Jika anakmu MENCURI,itu karena engkau TIDAK MENGAJARINYA MEMBERI.
5.Jika anakmu PENGECUT,itu karena engkau selalu MEMBELANYA.
6.Jika anakmu TIDAK MENGHARGAI ORANG LAIN,itu karena engkau BERBICARA TERLALU KERAS KEPADANYA.
7.Jika anakmu MARAH,itu karena engkau KURANG MEMUJINYA.
8.Jika anakmu SUKA BERBICARA PEDAS, itu karena engkau TIDAK BERBAGI DENGANNYA.
9.Jika anakmu MENGASARI ORANG LAIN,itu karena engkau SUKA MELAKUKAN KEKERASAN TERHADAPNYA.
10.Jika anakmu LEMAH,itu karena engkau SUKA MENGANCAMNYA.
11.Jika anakmu CEMBURU,itu karena engkau MENELANTARKANNYA.
12.Jika anakmu MENGANGGUMU,itu karena engkau KURANG MENCIUM& MEMELUKNYA
13.Jika anakmu TIDAK MEMATUHIMU,itu karena engkau MENUNTUT TERLALU BANYAK padanya.
14.Jika anakmu TERTUTUP,itu karena engkau TERLALU SIBUK.
Muhammad Hatif
Rabu, 29 Mei 2013
Nenek Perkasa Yang Pantang Meminta-Minta.
Saya keluar dari sebuah mini mart...
Dihadang seorang perempuan tua sambil membawa gula kacang, carang mas dan rengginang yang masih beberapa bungkus....
Nenek =Nak...tukuen nak...
Ana = Nopo Mbah....
Nenek = iki nak...game buko...
Ternyata beliaunya sedang berpuasa....hatiku tertegun karena mbah
sambil cerita tentang kesendiriannya karena suaminya sudah meninggal
karena jatuh dari pohon kelapa....
Tampa pikir panjang kucabut selembar uang...untuk memneli apa yang dijualnya...
Mbah = Tukuen kabeh yo nak...
Ana = Boten Mbah...(aku tertegun)
Sambil mencabut lagi selembar tuk saya kasikan...Pun Mbah...jenengan
wangsul sampun dalu...Ana sambil merogo saku ambul kontak...
Sahabat terbaik...
Kenapa hal ini masih terjadi di saat-saat pemerintah mengelu-elukan
keberhasilannya mengurangi angka kemiskinan...eh ternyata masih ada
seorang Nenek yang sebenarnya sudah tidak mampu ternyata masih mau
berkjuang dengan susah payah untuk hidupnya...kemana anak-anaknya
?...kemana orang-orang dilingkungan sekitarnya ?...dan kemana pemerintah
yang punya kekuasaan untuk menjaminnya ?...
Ini kuceritakan karena untuk bahan _R_E_N_U_N_G_A_N_ semoga dijauhkan dari riyak. AMiin.
29/05/2013
Selasa, 23 April 2013
Bersegera Perbaiki Kesalahan
"Ingatlah
jika apa yang engkau katakan, yang engkau lakukan sudah tidak sama
dengan apa yang ada didalam hati dan pikirkan mu, hati-hati bisa jadi
engkau telah melakukan sebagian tanda-tanda orang munafik".....
Segera perbaiki....semoga Alloh selalu berada disamping mu...
JANGAN MENJADI EMIMPIN YANG LEMAH
Subhanalloh...betul adanya...
________________________
-Jika fungsi sudah tdk berjalan, mk tdk akan pernah tegas dalam bertindak.
-Jika atasan sudah tidak tegas, mk kinerja seenaknya.
-Jika kerja sudah seenaknya, mk hasilnya tak akan pernah sempurna.
Ini yang terjadi....
________________________
Ayo para pemimpin lakukan apa yg jadi tugasmu...!
"KULLUKUM RO'IN WAKULLUKUM MAS ULUN 'AN ROIYATIHI" (kamu semua adalah
pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya)
Aku menunggu aksimu...
_________________________
Jangan sampai keputusanmu...menjadi tak kerarti karna kesalahanmu....
Jangan sampai perintahmu...menjadi jawaban atas ketidak berdayaanmu...
Jangan sampai kebijakanmu...dinggap angin lalu...dan
Jangan sampai keberadaanmu dianggap tidak pernah ada...
.............................................................................................
SIKAP________
_________________________________
-Terkadang kita perlu diam menunggu reaksi.
-Terkadang kita perlu berbisik utnuk memberi saran.
-Terkadang kita perlu bicara untuk menjelaskan.
-Terkadang kita perlu berteriak untuk memperingatkan.
-Terkadang kita perlu bertindak dan berbuat jika orang lain diam.
_________________________________________________
Untuk merubah dunia.......
-Terkadang kita perlu diam menunggu reaksi.
-Terkadang kita perlu berbisik utnuk memberi saran.
-Terkadang kita perlu bicara untuk menjelaskan.
-Terkadang kita perlu berteriak untuk memperingatkan.
-Terkadang kita perlu bertindak dan berbuat jika orang lain diam.
_________________________________________________
Untuk merubah dunia.......
SEHARUSNYA.....
Cintailah orang yang kamu cintai.....
_______________________________________________ NYATA
-Tidak sedikit orang yang mampu berbahasa lembut kepada orang lain....
-Tidak sedikit orang yang kuasa menahan amarah pada orang lain...
-Tidak sedikit orang dapat menerima ketidak sempurnaan orang lain...
________________________________________________ TAPI
-Tidak mampu berkata lembut pada orang yang istrinya...
__________bukan kah Alloh mengatakan WA'ASYRUU HUNNA BILMA'RUUF....
-Tidak mampu sabar pada orang yang dikasihi...
__________bukan kah Alloh mengatakan itusebuah AMANAH...
-Tidak mampu menerima ketidak sempurnaan orang yang dicintai...
__________bukan kah hanya Alloh yang Maha Sempurna.
_______________________________________________HARAPAN
Semoga hal ini dijauhkan dari Para Sahabat Terbaik ku.....
R____E____N____U____N____G____A____N
_______________________________________________ NYATA
-Tidak sedikit orang yang mampu berbahasa lembut kepada orang lain....
-Tidak sedikit orang yang kuasa menahan amarah pada orang lain...
-Tidak sedikit orang dapat menerima ketidak sempurnaan orang lain...
________________________________________________ TAPI
-Tidak mampu berkata lembut pada orang yang istrinya...
__________bukan kah Alloh mengatakan WA'ASYRUU HUNNA BILMA'RUUF....
-Tidak mampu sabar pada orang yang dikasihi...
__________bukan kah Alloh mengatakan itusebuah AMANAH...
-Tidak mampu menerima ketidak sempurnaan orang yang dicintai...
__________bukan kah hanya Alloh yang Maha Sempurna.
_______________________________________________HARAPAN
Semoga hal ini dijauhkan dari Para Sahabat Terbaik ku.....
R____E____N____U____N____G____A____N
Jangan Beralasan
Imam Ali bin Abi Thalib; "Jauhilah olehmu orang yg banyak mengemukakan alasan, karena sesungguhnya dusta sering bercampur dengan alasan."
JANGAN MERASA LEBIH...
___________________________
"Alloh. Tidak ada Tuhan Selain Dia. Yang Maha hidup, yang terus menerus mengurus mahluknya, tidak mengantuk dan tidak tidur, Milik-Nya apa yang ada dilangit dan bumi. Tidak ada yang dapat memberi pertolongan disisi-Nya tampa seizin-Nya.Dia mengetahui apa yang dihadapan mereka dan yang dibelakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apapun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang dikehendaki. kekuasaannya meliputi langit dan bumu.dan tidak merasa berat memelihara keduanya,Dia Maha Tinggi dan Maha Besar." (Al-Baqoroh: 255)
______________________________ ___________________________
-Masih adakah yang merasa lebih hebat?...
-Masih adakah yang merasa lebih berkuasa?...
-Masih adakah yang merasa lebih pintar?...
-Masih adakah yang merasa lebih kuat?...
______________________________ ____________________________
Sebagai seorang sahabat berpesan...bersihkan dari hati kita....karena kita tidak berarti dihadapan-Nya.
"Alloh. Tidak ada Tuhan Selain Dia. Yang Maha hidup, yang terus menerus mengurus mahluknya, tidak mengantuk dan tidak tidur, Milik-Nya apa yang ada dilangit dan bumi. Tidak ada yang dapat memberi pertolongan disisi-Nya tampa seizin-Nya.Dia mengetahui apa yang dihadapan mereka dan yang dibelakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apapun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang dikehendaki. kekuasaannya meliputi langit dan bumu.dan tidak merasa berat memelihara keduanya,Dia Maha Tinggi dan Maha Besar." (Al-Baqoroh: 255)
______________________________
-Masih adakah yang merasa lebih hebat?...
-Masih adakah yang merasa lebih berkuasa?...
-Masih adakah yang merasa lebih pintar?...
-Masih adakah yang merasa lebih kuat?...
______________________________
Sebagai seorang sahabat berpesan...bersihkan dari hati kita....karena kita tidak berarti dihadapan-Nya.
RUMPUT TETANGGA TAMPAK LEBIH HIJAU
Rumput tetangga terlihat lebih hijau dibanding rumput sendiri. Mengapa bisa demikian ?
Dalam kaitan ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda seperti berikut ini:
الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ. رواه الترمذي وغيره
“Wanita itu adalah aurat (harus ditutupi), bila ia ia keluar dari
rumahnya, maka setan akan mengesankannya begitu cantik (di mata lelaki
yang bukan mahramnya).” (Riwayat At Tirmizy dan lainnya)
Orang-orang Arab mengungkapkan fenomena ini dengan berkata:
كُلُّ مَمْنُوعٍ مَرْغُوبٌ
Setiap yang terlarang itu menarik (memikat).
Dan hal itu sama dengan : Mangga yang didapat dari mencuri itu lebih enak dibanding mangga yang diperoleh dari membeli.
Senin, 22 April 2013
Ustman bin affan r.a. berkata :
Barangsiapa yang dari hari ke hari tidak bertambah kebaikanya, maka
itulah orang yang berkemas-kemas menuju neraka secara sadar.(
H.R.Al-Asakir )
Jangan Kecewakan.
Jangan mengecewakan orang yang memiliki pendapat yang baik tentang diri Anda, dan jangan membuat dia berubah pikiran. "- Imam Ali bin abi talib"
Selasa, 19 Februari 2013
Jangan Risau
Jangan risau bila saat berjalan mencapai sukses terasa pelan, asalkan tidak berjalan mundur" KH Fahru Rozi.
Selasa, 12 Februari 2013
Meraih Hasil Terbaik
"Kita tidak akan pernah bisa meraih hasil- hasil terbaik dalam hidup ini jika kita tidak mau melakukan usaha usaha terbaik dalam mewujudkannya "
Selasa, 19 Juni 2012
JANGAN SALAH PILIH PEMIMPIN
Sebagai seorang muslim, memilih pemimpin
adalah perkara yang sangat urgen dan fital. Karena pemimpin akan
menentukan baik-buruknya kehidupan mereka, fiddunya wal akhirah.
Pentingnya memilih pemimpin ini
sampai-sampai Rasulullah saw. memerintahkan tiga orang yang sedang
melakukan suatu perjalanan ke luar kota atau safar, untuk menunjuk salah satu di antara mereka sebagai pemimpin.
Mendesaknya adanya pemimpin juga terlihat
dari sikap para sahabat Nabi, ketika mereka ditinggal wafat Nabi
Muhammad saw., mereka tidak seketika memakamkan jasad beliau yang mulia,
sampai akhirnya mereka memilih pemimpin bagi mereka, yaitu Abu Bakar
Ash-Shiddiq.
Oleh karena itu, bagi seorang muslim,
memilih pemimpin adalah suatu kewajiban. Pertanyaannya adalah; Bagaimana
memilih pemimpin yang baik? Apa kriteria yang harus melekat pada diri
calon pemimpin?
Jawaban dari pertanyaan ini akan membantu kita dalam memilih calon pemimpin dengan benar.
Paling tidak ada empat kriteria yang harus melekat pada calon pemimpin yang layak untuk dipilih;
Pertama, Sidiq. Berlaku benar.
Benar dalam keyakinnya. Benar dalam kata-katanya. Benar dalam
tindakannya. Satu kata dan perbuatan. Benar dalam ibadahnya. Benar dalam
kebijaksananya. Benar dalam keberpihakannya pada kebaikan.
Kedua, Amanah. Dapat dipercaya.
Tidak berkhianat. Menjalankan amanat rakyatnya. Tidak menyia-nyiakan
tanggung jawabnya. Tidak menyalah gunakan wewenangnya. Tidak menggunakan
jabatannya untuk kepentingan sempit.
Rasulullah saw. bersabda: “Tanda orang munafik ada tiga; Jika berkata bohong. Jika diberi amanat berkhianat. Jika berjanji mengingkari.” Bukhari
Ketiga, Fathonah. Cerdas. Baik
cerdas secara spiritual, cerdas intelektual, cerdas emosional atau
cerdas secara sosial. Problem bangsa ini begitu sangat pelik dan rumit,
terlebih dengan adanya krisis ekonomi global sekarang ini. Dibutuhkan
pemimpin yang cerdas dan arif dalam menyelesaikan
permasalahan-permasalahan tersebut.
Keempat, Tabligh. Menyampaikan atau aspiratif. Tidak ada yang disembunyikan untuk rakyatnya. Menginginkan kebaikan dan kemajuan bagi bangsanya.
Tiga kriteria di awal harus ada dan
inhern dalam diri calon seorang pemimpin. Sedangkan kriteria yang
keempat terkait output calon pemimpin bagi orang lain, bagi rakyatnya.
Jika belum ada yang memenuhi syarat ideal
di atas, maka pilihlah beradasarkan track record calon pemimpin
tersebut. Jika latar belakang calon presiden, atau latar belakang
partainya terbukti membuat sengsara rakyatnya, menghancurkan bangsanya,
maka calon yang seperti demikian tentu tidak bisa diharapkan. Atau
lihatlah orang-orang disekitarnya. Karena“seseorang tergantung dari teman dekatnya.” Begitu wasiat Nabi saw.
Maka, jadilah pemilih cerdas, jangan mau
suara kita dibeli dengan janji atau money politic. Juga tidak perlu
takut dengan intimidasi, sudah tidak zamannya lagi ancam-mengancam,
karena kita negara hukum.
Semoga kita terhindar dari salah pilih,
karena akan berakibat fatal. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. berkata,
Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa memilih seseorang menjadi
pemimpin untuk suatu masyarakat, yang di masyarakat itu ada orang yang
lebih diridlo’i Allah dari pada orang yang dipilih tersebut, maka ia
telah berkhianat kepada Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman.” Al Mustadrak Lishshahihaini, Imam Al-Hakim. Allahu A’lam.
Rabu, 06 Juni 2012
PENTINGNYA PONDASI SATUKAN UMAT ISLAM YA ALLAH...
Seorang
guru wanita sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepada
murid-muridnya. Ia duduk menghadap murid-muridnya. Di tangan kirinya ada
kapur, di tangan kanannya ada pemadam. Guru itu berkata, "Saya ada satu
permainan...
Caranya begini, di tangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada
pemadam. Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah "Kapur!", jika saya angkat pemadam ini, maka katakalah "Pemadam!"
Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Guru berganti-gantian
mengangkat antara kanan dan kiri tangannya, semakin lama semakin cepat.
Beberapa saat kemudian guru kembali berkata, "Baik sekarang perhatikan.
Jika saya angkat kapur, maka sebutlah "Pemadam!", jika saya angkat
pemadam, maka katakanlah "Kapur!". Dan diulangkan seperti tadi, tentu
saja murid-murid tadi keliru dan sangat sukar untuk mengubahnya. Namun
lambat laun, mereka sudah biasa dan tidak lagi keliru. Selang beberapa
saat, permainan berhenti.
Sang guru tersenyum kepada
murid-muridnya. "Murid-murid, begitulah kita umat Islam. Mulanya yang
haq itu haq, yang bathil itu bathil. Kita begitu jelas membedakannya.
Namun kemudian, musuh musuh kita memaksakan kepada kita dengan berbagai
cara, untuk menukarkan sesuatu, dari yang haq menjadi bathil, dan
sebaliknya. Pertama-tamamungkin akan sukar bagi kita menerima hal
tersebut, tapi kerana terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik
oleh mereka, akhirnya lambat laun kamu akan terbiasa dengan hal itu. Dan
anda mulai dapat mengikutinya. Musuh-musuh kamu tidak pernah berhenti
membalik dan menukar nilai dan etika.
"Keluar berduaan,
berkasih-kasihan tidak lagi sesuatu yang aneh, Zina tidak lagi jadi
persoalan, pakaian seksi menjadi hal yang lumrah, tanpa rasa malu, sex
sebelum nikah menjadi suatu kebiasaan dan trend, hiburan yang asyik dan
panjang sehingga melupakan yang wajib adalah biasa, materialistik kini
menjadi suatu gaya hidup dan lain-lain." "Semuanya sudah terbalik. Dan
tanpa disadari, anda sedikit demi sedikit menerimanya tanpa merasa itu
suatu kesalahan dan kemaksiatan. Paham?" tanya Guru kepada
murid-muridnya. "Paham bu guru..."
"Baik permainan kedua..." begitu Guru melanjutkan.
"Ibu Guru ada Qur'an, Ibu Guru akan letakkannya di tengah karpet.
Sekarang kalian berdiri di luar karpet. Permainannya adalah, bagaimana
caranya mengambil Qur'an yang ada ditengah tanpa memijak karpet?"
Murid-muridnya berpikir. Ada yang mencoba alternatif dengan tongkat, dan
lain-lain.
Akhirnya Guru memberikan jalan keluar, digulungnya
karpet, dan ia ambil Qur'an. Ia memenuhi syarat, tidak menginjak karpet.
"Murid-murid, begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya. .. Musuh-musuh
Islam tidak akan menginjak-injak anda dengan terang-terang... Karena
tentu anda akan menolaknya mentah-mentah. Orang biasapun tak akan rela
kalau Islam dihina dihadapan mereka. Tapi mereka akan menggulung anda
perlahan-lahan dari pinggir, sehingga anda tidak sadar.
"Jika
seseorang ingin membuat rumah yang kuat, maka dibuat pondasi yang kuat.
Begitulah Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang kuat.
Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau dimulai dgn
pondasinya dulu, tentu saja hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dulu,
kursi dipindahkan dulu, Almari dibuang dulu satu persatu, baru rumah
dihancurkan. ..."
"Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan
kita. Ia tidak akan menghantam terang-terangan, tapi ia akan
perlahan-lahan meletihkan anda. Mulai dari perangai anda, cara hidup,
pakaian dan lain-lain, sehingga meskipun anda muslim, tapi anda telah
meninggalkan ajaran Islam dan mengikuti cara yang mereka... Dan itulah
yang mereka inginkan." "Ini semua adalah fenomena Ghazwul Fikri (Perang
Pemikiran). Dan inilah yang dijalankan oleh musuh musuh kita... "
"Kenapa mereka tidak berani terang-terang menginjak-injak, Ibu Guru?"
tanya murid-murid. "Sesungguhnya dahulu mereka terang-terang menyerang,
misalnya Perang Salib, Perang Tartar, dan lain-lain. Tapi sekarang tidak
lagi." "Begitulah Islam... Kalau diserang perlahan-lahan, mereka tidak
akan sadar, akhirnya hancur. Tapi kalau diserang serentak
terang-terangan, mereka akan bangkit serentak, baru mereka akan sadar".
"Kalau begitu, kita selesaikan pelajaran kita kali ini, dan mari kita berdo'a dahulu sebelum pulang...."
Matahari bersinar terik tatkala anak-anak itu keluar meninggalkan
tempat belajar mereka dengan pikiran masing-masing di kepalanya...
RENUNGILAH SAHABAT SEMUA...
TOLONG SEBARKAN PADA SAUDARA-SAUDARA ISLAM KITA... SEMOGA ALLAH MEMBERI
TAUFIQ DAN HIDAYAH PADA KITA DAN KELUARGA KITA... MARILAH KITA
SAMA-SAMA SADAR BAHWA AGAMA, BANGSA DAN TANAH AIR KITA SEMAKIN TERANCAM!
UMAT ISLAM SEMAKIN MUDAH DIBELI DENGAN UANG, DILALAIKAN DENGAN
KEINDAHAN DAN MEMUJA KESERAKAHAN HIDUP, HINGGA HILANG MARTABAT DAN HARGA
DIRI!!
UNTUK ITU, MARILAH, KITA BETULKAN APA YG KITA MAMPU
BERSAMA-SAMA... JANGAN HANYA BILA SEGALANYA SUDAH TERJADI, SAMA SEPERTI
SAUDARA KITA DI NEGARA-NEGARA LAINNYA, BARU KESADARAN ITU TIMBUL,
MUNGKIN MASIH BELUM TERLAMBAT TAPI INSYA ALLAH KITA MASIH BISA
MEMPERBAIKINYA. MULAI DARI DIRI KITA, KELUARGA KITA, KERABAT, SAHABAT
DAN ORANG-ORANG DISEKELILING KITA.
YA ALLAH, SATUKANLAH UMAT ISLAM...
AAMIIINN...
Sebagai umat Islam yang bertanggungjawab, tolonglah forwardkan Catatan
ini kepada sahabat2 Islam kita yang lain. Semoga yang baik dijadikan
teladan dan yang buruk dijadikan peringatan... ALLAHU a'lam.
Oleh: Haromain Ahmad
Rabu, 21 Maret 2012
Percaya
"Motifasi tertinggi adalah PERCAYA atas keberhasilan dari langkah pertama untuk mencapai mimpi-mimpi indah."
Senin, 19 Maret 2012
FONDASI IBADAH KITA
Perhitungan diterimanya amal oleh Allah Ta’ala bukanlah menurut pandangan dan pendapat manusia. Karena yang telah memberikan wahyu tentang amal yang diterima dan ditolak itu hanyalah Allah Ta’ala, sehingga yang berhak menilai dan membalasnya hanyalah Allah Ta’ala. Ketika manusia beramal, untuk diterimanya oleh Allah Ta’ala mesti memenuhi persyaratan, yaitu Iman, Jadi fondasi dari niatan amaliah seseorang harus iman kepada Allah, membenarkan apa-apa yang tercantum dalam Qur'an dan Sunnah baik manis, dan pahit ia tidak boleh mengingkari apalagi memilah dan memilih, suka atau tidak suka seorang muslim harus berserah diri kepada ketentuan Allah SWT
فَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَا كُفْرَانَ لِسَعْيِهِ وَإِنَّا لَهُ كَاتِبُونَ [الأنبياء94]
"Maka barang siapa yang mengerjakan amal saleh, sedang ia beriman, maka tidak ada pengingkaran terhadap amalannya itu dan sesungguhnya Kami menuliskan amalannya itu untuknya." (QS. Al-Anbiyaa’ [21] : 94)
Syarat diterimanya amal, selain iman adalah ikhlas hanya untuk Allah Ta’ala, dan mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salallam. Walaupun ikhlas untuk Allah, namun kalau tidak mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka tidak diterima oleh Allah Ta’ala. Sedangkan amal yang secara lahiriyah sejalan dengan syariat tetapi pelakunya tidak mendasarinya dengan tulus ikhlas karena Allah Ta’ala, maka amal perbuatan seperti itu ditolak. Demikian itulah keadaan orang-orang yang riya’ dan orang-orang munafik, sebagaimana firman Allah Ta’ala:
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَى يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا (142)
"Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali." (QS. An-Nisa’ [4] : 142)
فَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَا كُفْرَانَ لِسَعْيِهِ وَإِنَّا لَهُ كَاتِبُونَ [الأنبياء94]
"Maka barang siapa yang mengerjakan amal saleh, sedang ia beriman, maka tidak ada pengingkaran terhadap amalannya itu dan sesungguhnya Kami menuliskan amalannya itu untuknya." (QS. Al-Anbiyaa’ [21] : 94)
Syarat diterimanya amal, selain iman adalah ikhlas hanya untuk Allah Ta’ala, dan mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salallam. Walaupun ikhlas untuk Allah, namun kalau tidak mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka tidak diterima oleh Allah Ta’ala. Sedangkan amal yang secara lahiriyah sejalan dengan syariat tetapi pelakunya tidak mendasarinya dengan tulus ikhlas karena Allah Ta’ala, maka amal perbuatan seperti itu ditolak. Demikian itulah keadaan orang-orang yang riya’ dan orang-orang munafik, sebagaimana firman Allah Ta’ala:
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَى يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا (142)
"Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali." (QS. An-Nisa’ [4] : 142)
Senin, 20 Februari 2012
Fakta memalukan yang terjadi pada Manusia Indonesia
Baca dan simak baek baek..
Spoiler for 1.Teknologi .:
·Merasa paling ganteng dan cantik sejagad maya, aslinya sih buruk rupa..
·Sok kecantikan ntar diculik lho..
·Menciptakan model dan fotografer professional dalam semalam.
·Tempatnya orang tidak menjadi dirinya sendiri.
·Biar kondor asal kesohor, masyarakat mayoritas menengah kebawah dengan daya beli konsumtif perangkat teknologi yang tinggi.
·Menjadikan teknologi sebagai status sosial tanpa mengenal fungsi dan manfaat.
·Penyalahgunaan teknologi akibat dari ketidaksiapan pendidikan dan pengetahuan.
Spoiler for 2.Pendidikan .:
·Kelas mirip ama kandang ayam, tempat makan ama berak tersedia, bedanya gak ada tempat bertelor doang.
·Mutu pendidikan cuma cukup sebagai bekal jadi jongos.
·Pembodohan generasi penerus bangsa ditanamkan sejak dini.
·Dana bantuan pendidikan yg gak bikin pinter malah dikorupsi pula..
·Yang ngajar laper, yang diajar kelenger.
Spoiler for 3.Budaya .:
·Latah berkoar” mempertahankan kekayaan seni budaya setelah dicuri ama malingsia. Inget, pencuri gak bakal bisa ngambil sesuatu yang dijaga ama pemiliknya gan..
·Ketertarikan, keperdulian dan kecintaan bangsa asing akan senibudaya Indonesia lebih besar dibanding anak negeri.
·Di negeri orang seni budaya jadi pertunjukan bergengsi, di negeri sendiri jadi bahan ngamen.
·Bangga berbudaya barat tanpa mencintai budaya sendiri.
·Budayakan murah senyum dan ramah tamah, gak nyadar kalo sedang dijajah.
·Beragam suku, etnis dan kebudayaan yang berbeda sebagai bom waktu yang siap meledakkan peperangan antar suku.
Spoiler for 4.Pertelevisian.:
·Suguhan informasi yang fiktif demi shaf terdepan.
·Berbondong” bikin program acara menjual mimpi.
·Maraknya sinetron tolol yang dibuat berdasarkan cerita fiksi dengan kebodohan yang betul” nyata.
·Reality Show yang lebih mengarah pada kebohongan publik. Temen ane pernah maen untuk beberapa episode..
·Maraknya infotainment yang isinya mengumbar aib orang dan info yang gak penting. Malah presenternya ndiri yg bermasalah..
·Jin ditangkepin, koruptor dilepasin.
Spoiler for 5.Selebritas.:
·Sekelompok manusia yang dianugrahi kelebihan fisik, sebagai gantinya jatah otak dikurangin..
·Banyaknya aktris dan aktor yang dengan bangga bermain dalam sinetron sampah. Materi dan bobot cerita gak mutu, yang penting masi laku..
·kimpoi aja ama bule, pasti anaknya bakal masuk tipi.
Spoiler for 6.Politik.:
·Sekumpulan kaum intelek yang berahlak telek.
·Taman kanak kanak versi manula.
·Wakil rakyat, realisasi dari mimpi seluruh rakyat yang berkhayal hidup enak. Makannya gak usah ngimpi kaya, udah ada yang wakilin..
Spoiler for 7.Sosial Ekonomi.:
·Keadilan sosial akan kemiskinan yang secara merata.
·Kehidupan belangsak jadi alasan kriminal.
·Yang haram aja susah, apa lagi yang halal.
·Gak bisa makan sehari bunuh diri.
·Otak cuma buat ngeberatin kepala, malah sarimin pergi kepasar yang disuruh nyari duit..
·Rasis sebagai buah hasil tanam dari orde lama.
·Mau jadi babu di negeri orang atau jadi jongos di negeri sendiri, tinggal nunggu waktu..
Spoiler for 8.Hukum.:
Indonesia adalah negara hukum yang sudah sangat sangat terlalu banyak terjadi pelanggaran hukum. Bisa celeng kalo ane nyebutin satu per satu..
Apa arti keadilan bagi Negara Indonesia? Keadilan adalah bahasa akhirat. Karena itu keadilan tidak akan pernah terjadi di Indonesia sampai kiamat..
Spoiler for 9.Agama.:
·
SARA
SARA·Munculnya oknum arogan yang seakan paling suci sebagai ahli surga.
·Muncul aliran sesat yang berkitabkan atas dasar pemikiran mahluk.
·Barter keyakinan nenek moyang ama 5 bungkus mie keriting tanpa telor.
·Ilmu tanpa agama dan agama tanpa ilmu menjadikan masyarakat sebagai penjajah dalam negri dan pasukan berani mati dalam ketololan..
Spoiler for 10.Alam.:
Tambahan agan losngana
·Punya iklim ramah, malah jadinya pemalas
·Negara maritim, tapi pasokan listrik kurang
·Negara maritim, tapi garam impor
·Negara agraris, tapi beras impor
·Punya banyak satwa langka, malah dibunuhin
·Kelestarian flora fauna diselamatin ama LSM2 luar negeri, malah dimusuhin
Ini fakta fakta yang bisa ente liat sendiri gan.. Kalo mau nambahin, silahkan.. Kalo gak terima, ya monggo..
Semoga ini bisa jadi cerminan kehidupan masyarakat Indonesia untuk lebih baik lagi. 
Ini fakta fakta yang bisa ente liat sendiri gan.. Kalo mau nambahin, silahkan.. Kalo gak terima, ya monggo..
Semoga ini bisa jadi cerminan kehidupan masyarakat Indonesia untuk lebih baik lagi.

Rabu, 08 Februari 2012
Tindakan Memuji Teman
SUBHANALLAAH, SUCIKANLAH ALLAH SWT - Hadis riwayat Abu Bakrah ra., ia berkata: Seorang lelaki memuji orang lain di hadapan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam maka beliau bersabda: “Celaka kamu! Kamu telah memenggal leher temanmu, kamu telah memenggal leher temanmu!” Beliau mengucapkannya berulang-ulang. ”Apabila seorang di antara kamu terpaksa harus memuji temannya, hendaklah ia berkata: Aku mengetahui kebaikan si Fulan namun Allah lebih mengetahui keadaannya, dan aku tidak memberikan kesaksian kepada siapa pun yang aku ketahui di hadapan Allah karena Allah lebih mengetahui keadaannya yang sebenarnya”. (HR Muslim 5319)
Sedemikian kerasnya teguran Nabi shollallahu ’alaih wa sallam sehingga tindakan memuji sesama manusia itu disetarakan dengan memenggal leher teman artinya membunuhnya…! Dan hal ini dikatakan berulang-kali oleh Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam. Mengapa teguran Nabi shollallahu ’alaih wa sallam begitu kerasnya? Karena Nabi shollallahu ’alaih wa sallam sangat khawatir bila ummat beliau terjatuh kepada penyimpangan ummat terdahulu
Ibnu Abbas mendengar Umar berkata dari atas mimbar: ”Aku mendengar Rasulullah bersabda: “Janganlah kalian mengkultuskanku sebagaimana kaum Nasrani mengkultuskan Isa putra Maryam. Sesungguhnya aku hanyalah seorang hamba. Maka ucapkanlah: hamba Allah dan RasulNya.” (HR Bukhary 3189)
Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam sadar dan faham betul bahwa kemusyrikan seringkali bermula dari bentuk mensucikan orang-orang mulia seperti para Nabi, sehingga kita ketahui sampai hari ini Rosulullah SAW tidak bersedia wajahnya dilukis, dan digambar padahal kita ingin sekali melihat wajahnya yang mulia
Islam sangat tidak membenarkan hadirnya berbagai bentuk penghormatan berlebihan kepada sesama manusia walau terhadap seorang Nabiyullah sekalipun. Dan jika Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam melarang ummatnya untuk mengkultuskan diri beliau, bagaimana lagi gerangan kerasnya teguran beliau jika menyaksikan perlakuan sebagian ummat Islam di zaman kita, dan bagaimana bisa seseorang melihat kesalahan salah satu ulama yang selama ini diikuti kemudian ia kecewa dengan ulama tersebut sehingga jadi jarang mengikuti pengajian, jadi selama ini ia mensucikan manusia, bukan AllahNya yang disucikan. Seorang yang mensucikan dan membesarkan Allah SWT jelas hanya Allah SWT yang jadi tujuannya, dan manusia biasa sarat dengan kelemahan serta khilaf kewajiban kita mengkoreksi pun atas dasar saling menyelamatkan sesama saudaranya dengan mengharap redho Allah SWT
Seorang Muslim yang faham makna kalimat Subhaanallah tidak akan terjebak ke dalam anggapan adanya fihak lain selain Allah yang pantas disucikan. Ia tahu hanya Allah sajalah di dalam hidup ini yang tidak mengandung cacat dan kekurangan. Allah adalah Dzat Yang Maha Sempurna. Oleh karena itu sepanjang perjalanan sejarah dunia Allah mengutus para Nabi dan Rasul dengan tujuan untuk menjernihkan aqidah ummat manusia. Sebab manusia memiliki kecenderungan untuk merasa butuh mensucikan sesuatu di dalam hidupnya. Namun sayang, kebanyakan kita belum memaknai akan Ma’rifatullah (Pengenalan akan Allah) sehingga mereka akhirnya menjadikan banyak fihak selain Allah sebagai fihak yang disucikan sedemikian rupa sebagaimana semestinya mereka mensucikan Allah Subhaanahu wa Ta’aala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi)
Seorang Muslim atau ahli Tauhid hanya mengesakan, memuji, mengagungkan, membesarkan dan mensucikan Allah semata. Sebab demikianlah tuntutan ajaran Tauhid. Di antara ekspresi seorang ahli Tauhid ialah seringnya terlontar dari bibirnya kalimat-kalimat seperti Subhaanallah (Maha Suci Allah), Alhamdulillah (segala Puji hanya bagi Allah), Laa ilaaha illa Allah (Tiada ilah selain Allah) dan Allahu Akbar (Allah Maha Besar). Semua kalimat itu diucapkannya dengan penuh pemahaman, penghayatan dan keyakinan
اللهم إني أعوذ بك أن أشرك بك وأنا أعلم ، وأستغفرك مما لا أعلم
Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari mempersekutukan Engkau sedang aku mengetahuinya dan aku mohon ampun kepadaMu dari apa-apa yang tidak kuketahui, aminin semoga Allah meredhoi kita semua
Sedemikian kerasnya teguran Nabi shollallahu ’alaih wa sallam sehingga tindakan memuji sesama manusia itu disetarakan dengan memenggal leher teman artinya membunuhnya…! Dan hal ini dikatakan berulang-kali oleh Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam. Mengapa teguran Nabi shollallahu ’alaih wa sallam begitu kerasnya? Karena Nabi shollallahu ’alaih wa sallam sangat khawatir bila ummat beliau terjatuh kepada penyimpangan ummat terdahulu
Ibnu Abbas mendengar Umar berkata dari atas mimbar: ”Aku mendengar Rasulullah bersabda: “Janganlah kalian mengkultuskanku sebagaimana kaum Nasrani mengkultuskan Isa putra Maryam. Sesungguhnya aku hanyalah seorang hamba. Maka ucapkanlah: hamba Allah dan RasulNya.” (HR Bukhary 3189)
Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam sadar dan faham betul bahwa kemusyrikan seringkali bermula dari bentuk mensucikan orang-orang mulia seperti para Nabi, sehingga kita ketahui sampai hari ini Rosulullah SAW tidak bersedia wajahnya dilukis, dan digambar padahal kita ingin sekali melihat wajahnya yang mulia
Islam sangat tidak membenarkan hadirnya berbagai bentuk penghormatan berlebihan kepada sesama manusia walau terhadap seorang Nabiyullah sekalipun. Dan jika Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam melarang ummatnya untuk mengkultuskan diri beliau, bagaimana lagi gerangan kerasnya teguran beliau jika menyaksikan perlakuan sebagian ummat Islam di zaman kita, dan bagaimana bisa seseorang melihat kesalahan salah satu ulama yang selama ini diikuti kemudian ia kecewa dengan ulama tersebut sehingga jadi jarang mengikuti pengajian, jadi selama ini ia mensucikan manusia, bukan AllahNya yang disucikan. Seorang yang mensucikan dan membesarkan Allah SWT jelas hanya Allah SWT yang jadi tujuannya, dan manusia biasa sarat dengan kelemahan serta khilaf kewajiban kita mengkoreksi pun atas dasar saling menyelamatkan sesama saudaranya dengan mengharap redho Allah SWT
Seorang Muslim yang faham makna kalimat Subhaanallah tidak akan terjebak ke dalam anggapan adanya fihak lain selain Allah yang pantas disucikan. Ia tahu hanya Allah sajalah di dalam hidup ini yang tidak mengandung cacat dan kekurangan. Allah adalah Dzat Yang Maha Sempurna. Oleh karena itu sepanjang perjalanan sejarah dunia Allah mengutus para Nabi dan Rasul dengan tujuan untuk menjernihkan aqidah ummat manusia. Sebab manusia memiliki kecenderungan untuk merasa butuh mensucikan sesuatu di dalam hidupnya. Namun sayang, kebanyakan kita belum memaknai akan Ma’rifatullah (Pengenalan akan Allah) sehingga mereka akhirnya menjadikan banyak fihak selain Allah sebagai fihak yang disucikan sedemikian rupa sebagaimana semestinya mereka mensucikan Allah Subhaanahu wa Ta’aala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi)
Seorang Muslim atau ahli Tauhid hanya mengesakan, memuji, mengagungkan, membesarkan dan mensucikan Allah semata. Sebab demikianlah tuntutan ajaran Tauhid. Di antara ekspresi seorang ahli Tauhid ialah seringnya terlontar dari bibirnya kalimat-kalimat seperti Subhaanallah (Maha Suci Allah), Alhamdulillah (segala Puji hanya bagi Allah), Laa ilaaha illa Allah (Tiada ilah selain Allah) dan Allahu Akbar (Allah Maha Besar). Semua kalimat itu diucapkannya dengan penuh pemahaman, penghayatan dan keyakinan
اللهم إني أعوذ بك أن أشرك بك وأنا أعلم ، وأستغفرك مما لا أعلم
Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari mempersekutukan Engkau sedang aku mengetahuinya dan aku mohon ampun kepadaMu dari apa-apa yang tidak kuketahui, aminin semoga Allah meredhoi kita semua
Jumat, 30 Desember 2011
TENTANG HUTANG
Risalah kali ini adalah lanjutan dari risalah sebelumnya. Pada risalah sebelumnya, kami telah menjelaskan mengenai keutamaan orang yang memberi pinjaman, keutamaan memberi tenggang waktu pelunasan dan keutamaan orang yang membebaskan sebagian atau keseluruhan hutangnya. Pada risalah kali ini agar terjadi keseimbangan pembahasan, kami akan menjelaskan beberapa hal mengenai bahaya orang yang enggan melunasi hutangnya. Semoga bermanfaat.
Keutamaan Orang yang Terbebas dari Hutang Dari Tsauban, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَالدَّيْنِ وَالْغُلُولِ الْكِبْرِ مِنَ الْجَنَّةَ دَخَلَ ثَلاَثٍ مِنْ بَرِىءٌ وَهُوَ الْجَسَدَ الرُّوحُ فَارَقَ مَنْ
“Barangsiapa yang ruhnya terpisah dari jasadnya dan dia terbebas dari tiga hal: [1] sombong, [2] ghulul (khianat), dan [3] hutang, maka dia akan masuk surga.” (HR. Ibnu Majah no. 2412. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih). Ibnu Majah membawakan hadits ini pada Bab “Peringatan keras mengenai hutang.”
Mati Dalam Keadaan Masih Membawa Hutang, Kebaikannya Sebagai Ganti,Dari Ibnu ‘Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
دِرْهَمٌ دِينَارٌ وَلاَ ثَمَّ لَيْسَ حَسَنَاتِهِ مِنْ قُضِىَ دِرْهَمٌ أَوْ رٌ دِينَاوَعَلَيْهِ مَاتَ مَنْ
“Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah no. 2414. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih). Ibnu Majah juga membawakan hadits ini pada Bab “Peringatan keras mengenai hutang.”
Itulah keadaan orang yang mati dalam keadaan masih membawa hutang dan belum juga dilunasi, maka untuk membayarnya akan diambil dari pahala kebaikannya. Itulah yang terjadi ketika hari kiamat karena di sana tidak ada lagi dinar dan dirham untuk melunasi hutang tersebut.
Urusan Orang yang Berhutang Masih Menggantung
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
عَنْهُ يُقْضَى حَتَّىبِدَيْنِهِ مُعَلَّقَةٌ الْمُؤْمِنِ نَفْسُ
“Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan hutangnya hingga dia melunasinya.” (HR. Tirmidzi no. 1078. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaiman Shohih wa Dho’if Sunan At Tirmidzi)
Al ‘Iroqiy mengatakan, “Urusannya masih menggantung, tidak ada hukuman baginya yaitu tidak bisa ditentukan apakah dia selamat ataukah binasa, sampai dilihat bahwa hutangnya tersebut lunas atau tidak.” (Tuhfatul Ahwadzi, 3/142)
Orang yang Berniat Tidak Mau Melunasi Hutang Akan Dihukumi Sebagai Pencuri
Dari Shuhaib Al Khoir, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
سَارِقًا اللَّهَ لَقِىَ إِيَّاهُ يُوَفِّيَهُ لاَ أَنْ مُجْمِعٌ وَهُوَ دَيْنًا يَدَيَّنُ رَجُلٍ أَيُّمَا
“Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.” (HR. Ibnu Majah no. 2410. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shohih)
Al Munawi mengatakan, “Orang seperti ini akan dikumpulkan bersama golongan pencuri dan akan diberi balasan sebagaimana mereka.” (Faidul Qodir, 3/181)
Ibnu Majah membawakan hadits di atas pada Bab “Barangsiapa berhutang dan berniat tidak ingin melunasinya.”
Ibnu Majah juga membawakan riwayat lainnya. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اللَّهُ أَتْلَفَهُ إِتْلاَفَهَا يُرِيدُ النَّاسِ أَمْوَالَ أَخَذَ مَنْ
“Barangsiapa yang mengambil harta manusia, dengan niat ingin menghancurkannya, maka Allah juga akan menghancurkan dirinya.” (HR. Bukhari no. 18 dan Ibnu Majah no. 2411). Di antara maksud hadits ini adalah barangsiapa yang mengambil harta manusia melalui jalan hutang, lalu dia berniat tidak ingin mengembalikan hutang tersebut, maka Allah pun akan menghancurkannya. Ya Allah, lindungilah kami dari banyak berhutang dan enggan untuk melunasinya.
Masih Ada Hutang, Enggan Disholati
Dari Salamah bin Al Akwa’ radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:
Kami duduk di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu didatangkanlah satu jenazah. Lalu beliau bertanya, “Apakah dia memiliki hutang?” Mereka (para sahabat) menjawab, “Tidak ada.” Lalu beliau mengatakan, “Apakah dia meninggalkan sesuatu?” Lantas mereka (para sahabat) menjawab, “Tidak.” Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menyolati jenazah tersebut.
Kemudian didatangkanlah jenazah lainnya. Lalu para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah shalatkanlah dia!” Lalu beliau bertanya, “Apakah dia memiliki hutang?” Mereka (para sahabat) menjawab, “Iya.” Lalu beliau mengatakan, “Apakah dia meninggalkan sesuatu?” Lantas mereka (para sahabat) menjawab, “Ada, sebanyak 3 dinar.” Lalu beliau mensholati jenazah tersebut.
Kemudian didatangkan lagi jenazah ketiga, lalu para sahabat berkata, “Shalatkanlah dia!” Beliau bertanya, “Apakah dia meningalkan sesuatu?” Mereka (para sahabat) menjawab, “Tidak ada.” Lalu beliau bertanya, “Apakah dia memiliki hutang?” Mereka menjawab, “Ada tiga dinar.” Beliau berkata, “Shalatkanlah sahabat kalian ini.” Lantas Abu Qotadah berkata, “Wahai Rasulullah, shalatkanlah dia. Biar aku saja yang menanggung hutangnya.” Kemudian beliau pun menyolatinya.” (HR. Bukhari no. 2289)
Dosa Hutang Tidak Akan Terampuni Walaupun Mati Syahid
Dari ‘Abdillah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الدَّيْنَ إِلاَّ ذَنْبٍ كُلُّ لِلشَّهِيدِ يُغْفَرُ
“Semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali hutang.” (HR. Muslim no. 1886)
Oleh karena itu, seseorang hendaknya berpikir: “Mampukah saya melunasi hutang tersebut dan mendesakkah saya berhutang?” Karena ingatlah hutang pada manusia tidak bisa dilunasi hanya dengan istighfar.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Sering Berlindung dari Berhutang Ketika Shalat
Bukhari membawakan dalam kitab shohihnya pada Bab “Siapa yang berlindung dari hutang”. Lalu beliau rahimahullah membawakan hadits dari ‘Urwah, dari ‘Aisyah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا أَكْثَرَ مَا قَائِلٌ لَهُ فَقَالَ.«وَالْمَغْرَمِ الْمَأْثَمِ مِنَ بِكَ أَعُوذُ إِنِّى اللَّهُمَّ »وَيَقُولُالصَّلاَةِ فِى يَدْعُو كَانَ
.«فَأَخْلَفَ وَوَعَدَ فَكَذَبَ حَدَّثَ غَرِمَ إِذَا الرَّجُلَ إِنَّ » قَالَ الْمَغْرَمِمِنَ اللَّهِ رَسُولَ يَا تَسْتَعِيذُ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berdo’a di akhir shalat (sebelum salam): ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MINAL MA’TSAMI WAL MAGHROM (Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari berbuat dosa dan banyak utang).”
Lalu ada yang berkata kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Kenapa engkau sering meminta perlindungan adalah dalam masalah hutang?” Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika orang yang berhutang berkata, dia akan sering berdusta. Jika dia berjanji, dia akan mengingkari.” (HR. Bukhari no. 2397)
Al Muhallab mengatakan, “Dalam hadits ini terdapat dalil tentang wajibnya memotong segala perantara yang menuju pada kemungkaran. Yang menunjukkan hal ini adalah do’a Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berlindung dari hutang dan hutang sendiri dapat mengantarkan pada dusta.” (Syarh Ibnu Baththol, 12/37)
Adapun hutang yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berlindung darinya adalah tiga bentuk hutang:
Hutang yang dibelanjakan untuk hal-hal yang dilarang oleh Allah dan dia tidak memiliki jalan keluar untuk melunasi hutang tersebut.
Berhutang bukan pada hal yang terlarang, namun dia tidak memiliki cara untuk melunasinya. Orang seperti ini sama saja menghancurkan harta saudaranya.
Berhutang namun dia berniat tidak akan melunasinya. Orang seperti ini berarti telah bermaksiat kepada Rabbnya. Orang-orang semacam inilah yang apabila berhutang lalu berjanji ingin melunasinya, namun dia mengingkari janji tersebut. Dan orang-orang semacam inilah yang ketika berkata akan berdusta. (Syarh Ibnu Baththol, 12/38)
Itulah sikap jelek orang yang berhutang sering berbohong dan berdusta. Semoga kita dijauhkan dari sikap jelek ini.
Kenapa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sering berlindung dari hutang ketika shalat? Ibnul Qoyyim dalam Al Fawa’id (hal. 57, Darul Aqidah) mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta perlindungan kepada Allah dari berbuat dosa dan banyak hutang karena banyak dosa akan mendatangkan kerugian di akhirat, sedangkan banyak utang akan mendatangkan kerugian di dunia.”
Inilah do’a yang seharusnya kita amalkan agar terlindung dari hutang: ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MINAL MA’TSAMI WAL MAGHROM (Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari berbuat dosa dan banyak utang).
Berbahagialah Orang yang Berniat Melunasi Hutangnya
Ibnu Majah dalam sunannya membawakan dalam Bab “Siapa saja yang memiliki hutang dan dia berniat melunasinya.” Lalu beliau membawakan hadits dari Ummul Mukminin Maimunah.
نَبِيِّى سَمِعْتُ إِنِّى بَلَى قَالَتْ عَلَيْهَا ذَلِكَ وَأَنْكَرَ تَفْعَلِى لاَ أَهْلِهَا بَعْضُ لَهَا فَقَالَ دَيْنًا تَدَّانُ كَانَتْ
عَنْهُ اللَّهُ أَدَّاهُ إِلأَ دَاءَهُ يُرِيدُ أَنَّهُ مِنْهُ اللَّهُ يَعْلَمُ دَيْنًا يَدَّانُ مُسْلِمٍ مِنْ مَا» يَقُولُ -مص-وَخَلِيلِى
.« الدُّنْيَا فِى
Dulu Maimunah ingin berhutang. Lalu di antara kerabatnya ada yang mengatakan, “Jangan kamu lakukan itu!” Sebagian kerabatnya ini mengingkari perbuatan Maimunah tersebut. Lalu Maimunah mengatakan, “Iya. Sesungguhnya aku mendengar Nabi dan kekasihku shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seorang muslim memiliki hutang dan Allah mengetahui bahwa dia berniat ingin melunasi hutang tersebut, maka Allah akan memudahkan baginya untuk melunasi hutang tersebut di dunia.” (HR. Ibnu Majah no. 2399. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih kecuali kalimat fid dunya -di dunia-)
Dari hadits ini ada pelajaran yang sangat berharga yaitu boleh saja kita berhutang, namun harus berniat untuk mengembalikannya. Perhatikanlah perkataan Maimunah di atas.
Juga terdapat hadits dari ‘Abdullah bin Ja’far, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اللَّهُ يَكْرَهُ فِيمَا يَكُنْ لَمْ مَا دَيْنَهُ يَقْضِىَ حَتَّى الدَّائِنِ مَعَ اللَّهَ إِنَّ
“Allah akan bersama (memberi pertolongan pada) orang yang berhutang (yang ingin melunasi hutangnya) sampai dia melunasi hutang tersebut selama hutang tersebut bukanlah sesuatu yang dilarang oleh Allah.” (HR. Ibnu Majah no. 2400. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih)
Sebaik-baik orang adalah yang paling baik dalam membayar hutang. Ketika dia mampu, dia langsung melunasinya atau melunasi sebagiannya jika dia tidak mampu melunasi seluruhnya. Sikap seperti inilah yang akan menimbulkan hubungan baik antara orang yang berhutang dan yang memberi hutangan.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
قَضَاءً أَحْسَنُكُمْ خِيَارَكُمْ إِنَّ
“Sesungguhnya yang paling di antara kalian adalah yang paling baik dalam membayar hutang.” (HR. Bukhari no. 2393)
Ya Allah, lindungilah kami dari berbuat dosa dan beratnya hutang, mudahkanlah kami untuk melunasinya.
Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shollallahu ‘ala nabiyyiina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
Kami ucapkan jazakumullah khoiron kepada guru kami Al Ustadz Aris Munandar yang telah mengoreksi ulang tulisan ini. Semoga Allah selalu memberkahi ilmu dan umur beliau.
Yogyakarta, 6 Shofar 1430 H
Yang selalu mengharapkan ampunan dan rahmat Rabbnya
***Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Muroja’ah: Ustadz Aris Munandar
Artikel www.muslim.or.id
Langganan:
Postingan (Atom)